Koruptor Dana APBDes Desa Baha, Badung Diganjar 4,5 Tahun Penjara

Polres Badung saat gelar perkara tindak pidana korupsi APBDes Desa Baha. (foto : inews.id)

Beritabalionline.com – Terdakwa koruptor, I Putu Sentana, dalam pidana korupsi dana APBDes Desa Baha, Kabupaten Badung sebesar Rp1 miliar lebih, divonis hukuman 4,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Denpasar dalam persidangan di pengadilan setempat, Rabu (13/2/2019).

Ketua Majelis Hakim, Bambang Eka Putra, menilai terdakwa bersalah melakukan korupsi secara berlanjut hingga mengakibatkan kerugian negara. Selain diganjar hukuman 4,5 tahun penjara, terdakwa juga dikenai denda Rp200 juta, subsider dua bulan kurungan penjara.

“Terdakwa bersalah melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 Ayat 1 huruf b, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP,” katanya.

Selain menjatuhi hukuman penjara dan denda, terdakwa Sentana juga diberi hukuman tambahan, yakni membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp1 miliar lebih.

Apabila terdakwa tidak bisa membayar uang pengganti setelah satu bulan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 1,5 tahun.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Putu Suryawan dan Kadek Wahyudi Ardika menuntut terdakwa Sentana selama lima tahun penjara dan denda Rp200 juta, subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa dalam sidang sebelumnya juga memberikan hukuman tambahan pada terdakwa, yakni membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara sebesar Rp1 miliar lebih.

Apabila terdakwa tidak bisa membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun enam bulan. Mendengar putusan hakim itu, terdakwa menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim. Demikian pula jaksa penuntut umum.

BACA JUGA:  Tipu 4 Pengusaha Rp3,9 Miliar, Direktur PT. Panorama Bali Divonis Setahun

Sebelumnya, I Putu Sentana yang sebagai Kepala Desa atau Perbekel Baha diduga melakukan perbuatan korupsi dana APBDes tahun anggaran 2016/2017.

Pada tahun anggaran 2016, Desa Baha menerima dana sebesar Rp7,8 miliar lebih yang bersumber dari beberapa pos pendapatan, diantaranya Pajak Hotel dan Restoran (PHR), Dana Desa, Alokasi Dana Desa, Bantuan Khusus Kabupaten, dan Pendapatan Asli Daerah.

Dalam realisasinya ada program kegiatan yang tidak dilaksanakan dan ada yang terlaksana, namun anggarannya masih sisa mencapai Rp835,2 juta lebih dan tersimpan di rekening tabungan terdakwa selaku Perbekel Desa Baha.

Dana yang tersisa atau biasa disebut Sisa Lebih Pagu Anggaran (Silpa) tersebut disampaikan dalam laporan pertangungjawaban yang disampaikan terdakwa dalam buku kas umum desa. Namun, saat ada pemeriksaan dari Inspektorat Pemerintah Kabupaten Badung terdapat selisih antara buku kas umum desa dengan saldo rekening Desa. (tra)