Gubernur Koster Minta PKK Tidak Buat Program Asal-asalan

Rapat Konsultasi PKK Tingkat Provinsi Bali tahun 2019. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali, I Wayan Koster mengingatkan kepada Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK) agar tidak asal-asalan dalam membuat dan mengeloa program.

Hal itu disampaikan Gubernur Koster dalam Rapat Konsultasi PKK tingkat Provinsi Bali tahun 2019 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Selasa (12/2/2019).

Menurutnya, yang terpenting dari program PKK haruslah substantif, yakni sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan membuat program yang substantif, diharapkan program yang dijalankan bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Koster menilai peran tim penggerak PKK sangat penting dalam kesuksesan pembangunan di Bali. Salah satunya karena populasi perempuan di Bali yang mencapai 40 persen dari jumlah penduduk Bali.

Koster juga memuji program “HATINYA PKK” yang menurutnya sudah tepat sasaran. Ia mengaku tak segan menambah anggaran jika program ini terlaksana dengan baik. Mantan anggota DPR RI ini juga minta TP PKK turun langsung ke masyarakat agar bisa dirasakan oleh masyarakat.

Secara organisasi, Gubernur selaku Ketua Dewan Pembina TP PKK Provinsi Bali berharap TP PKK benar-benar menyusun program kegiatannya sesuai dengan visi misi organisasi, bukan sekadar menjalankan kegiatan yang ada di dinas.

Pada bagian lain, Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini juga menyoroti kekeliruan mekanisme pembuatan program dalam organisasi PKK yang ada di Pemerintah Provinsi Bali.

Menurut dia, program yang dijalankan PKK selama ini ternyata dibuat oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Bali.

“Selama ini kebalik, PMD yang membuat program tapi yang suruh melaksanakan PKK. Itu salah. Jadi jangan programnya SKPD yang dijalankan oleh PKK,” tandas Gubernur Koster.

Dijelaskannya, PKK sebagai organisasi yang sah dengan adanya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), visi, misi serta anggaran seharusnya punya program yang disusun sendiri.

BACA JUGA:  Tolak People Power, Mahasiswa Se-Bali Gelar Aksi Damai

Setelah adanya program itulah nantinya bisa ditempatkan di Dinas PMD sesuai dengan anggarannya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster berharap melalui program HATINYA PKK bisa mengembalikan natah di rumah-rumah orang Bali menjadi pekarangan hijau yang bermanfaat.

“Besar harapan kami natah Bali ijo royo-royo sehingga mengurangi pengeluaran masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat memimpin Rapat Konsultasi.

Sebagai langkah awal TP PKK Provinsi Bali diharapkan dapat membantu mensukseskan program Pemprov Bali dengan mensosialisasikan beberapa peraturan yang telah dibuat seperti peraturan tentang busana adat Bali, penggunaan aksara dan bahasa Bali, pembatasan timbulan sampah plastik dan pemanfaatan produk lokal untuk mewujudkan visi Nangun Sat Kertih Loka Bali. *tra