Pemkab Karangasem Nganyarin di Pura Lempuyang Luhur

Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bersama OPD Pemkab Karangasem ngaturang bakti penganyar di Pura Lempuyang Luhur.(foto:ist).

Beritabalionline.com – Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wabup Artha Dipa, Sekda Kabupaten Karangasem I Gede Adnya Mulyadi beserta kepala OPD melaksanakan Bakti Penganyar di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Minggu (10/2/2019).

Bakti penganyar dalam rangkaian Panca Bali Krama ini dipuput Ida Pedanda Gede Pidada Punia saking Griya Pidada Punia Tirta. Usai ngaturang bakti, Bupati Mas Sumatri didampingi Wabup Artha Dipa yang sekaligus Ketua Panitia Karya menyerahkan punia yang diterima Bendesa Desa Adat Purayu I Nyoman Jati.

Mas Sumatri mengatakan, upacara Karya Panca Bali Krama di Pura Lempuyang Luhur digelar sesuai dengan purana Pura Lempuyang Luhur yakni pada hari Redite Kliwon nuju Byantara sasih Kawulu. Upacara besar ini tidak dapat ditentukan kapan diselenggarakan bila tidak bertepatan dengan uger (Redite Kliwon Byantara sasih Kawulu ). Berbeda dengan Tawur Panca Bali Krama yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali, yaitu pada Tilem Caitra/Kasanga ketika tahun Saka berakhir dengan 0 atau rah Windhu

Dalam Lontar Raja Parana, tawur agung yang diselenggarakan setiap 10 tahun itu disebut Panca Bali Krama, sedangkan dalam lontar yang lain disebut Panca Wali Krama. Inti dari tawur tersebut adalah cam. Caru dalam kitab Samhita Swara berarti ‘cantik’ yakni mengharmoniskan kembali. Dalam konteks ini, alam mesti di armoniskan (butha hita), termasuk sesama individu umat menuju keharmonisan bersama (jagat hita).

“Tawur agung Panca Bali Krama ini pada esensinya adalah upaya menuju hal-hal yang harmonis. Misalnya alam yang rusak mesti diperbaiki, hubungan sesama lebih diharmoniskan dan sebagainya. Jadi, tawur agung ini merupakan momen untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai sistem kehidupan menuju yang harmonis,” ucap Mas Sumatri.

BACA JUGA:  Satukan Visi, Forum Perangkat Daerah Gelar Pertemuan

Upacara Panca Bali Krama merupakan upacara Bhuta Yadnya, salah satu dari Panca Mahayadnya Dewa Yadnya. Bhuta Yadnya, Resi Yadnya, Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya. Tujuannya adalah untuk mencapai bhuta hita atau jagat hita keharmonisan kehidupan makhluk dan jagat raya ini (sarwa prani hita). Sepatunyalah yasa-kerti yang dilakukan umat benar-benar nekeng-tuwas, menyatukan idep, sabda dan bayu, dalam menyukseskan karya tersebut.(huk)