Dilarang Pasang Bendera Parpol, Oknum Anggota Ormas Aniaya Warga Padangsambian

Pelaku (mengenakan kaos warna putih) saat menganiaya korban (foto : ist)
Beritabalionline.com – Aksi kekerasan menjelang Pemilu serentak 2019 kembali terjadi. Lantaran dilarang menaikkan bendera milik salah satu parpol yang didukungnya, seorang pria berinisial AAGB (28) menganiaya warga Padangsambian berinisial IWN (46).
“Pelaku memukuli korban saat korban hendak pulang dari warung usai membeli rokok. Akibatnya, korban mengalami luka-luka di bagian wajah,” kata sumber di lingkungan Polresta Denpasar, Minggu (10/1/2019).
Informasi di lapangan menyebutkan, antara pelaku dan korban sudah saling kenal karena keduanya tinggal di Banjar yang sama. Pelaku diduga dendam karena korban menurunkan bendera milik parpol yang dipasang pelaku di depan rumah korban.
Aksi kekerasan oleh pelaku yang disebut-sebut oknum anggota ormas ini berlangsung pada Sabtu (9/2/2019) sekitar pukul 10.30 Wita di Jalan Raya Kebo Iwa, Padangsambian Kaja, Denpasar Utara.
Sebelum menganiaya, pelaku terlebih dulu menabrak sepeda motor korban dari arah samping hingga korban terjatuh. Tidak terima, korban langsung melapor ke Mapolsek Denpasar Barat. Beberapa jam kemudian, pelaku langsung dibekuk saat berada di rumahnya.
“Iya benar (ada penganiayaan), kasusnya sudah ditarik ke Polresta Denpasar,” kata Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan saat dikonformasi terpisah. (agw)
BACA JUGA:  Buntut Bayi Meninggal, Pemilik TPA Ditetapkan sebagai Tersangka