Gubernur Koster Harap Produk Kopi Kintamani Tembus Pasar Ekspor

Gubernur Bali, Wayan Koster saat menerima audiensi dari distributor, petani kopi dan atase pertanian di Kantor Gubernur Bali.(foto: ist).

Beritabalionline.com – Gubernur Bali, Wayan Koster telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

Dikeluarkannya Pergub ini diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap pemasaran produk pertanian lokal Bali.

Saat menerima audiensi dari distributor, petani kopi dan atase pertanian di Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/2/2019), Gubernur Koster mengatakan akan terus menyiapkan peraturan lanjutan agar produk pertanian lokal dapat diterima di pasaran sehingga nantinya bisa berorientasi pada ekspor.

Kopi, menurutnya, menjadi salah satu produk pertanian di Bali yang menjanjikan untuk dikemas secara baik dan diekspor ke luar negeri.

“Kita tahu Kopi Kintamani sangat bagus, untuk itu perlu difasilitasi agar bisa nantinya melakukan ekspor,” kata Gubernur Koster.

Oleh karena itu, pihaknya mengaku mendukung upaya menjadikan Kopi Kintamani sebagai produk ekspor dari Bali.

Atase Pertanian Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Washington DC, Amerika Serikat, Hari Edi Soekirno mengatakan, Amerika dan negara sekitarnya merupakan pangsa pasar kopi yang menjanjikan.

Menurutnya, permintaan kopi di negara tersebut bisa mencapai sekitar 6 juta USD secara keseluruhan.

“Kita (Indonesia) baru bisa memasok sekitar tiga ratus ribu, masih sangat jauh dan pangsa pasarnya terbuka,” kata Hari di hadapan Gubernur Koster.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kintamani Bali yang juga petani Kopi Kintamani, Ketut Jati mengatakan, Kopi Kintamani memiliki rasa spesifik yang tidak ada di daerah lain.

Ia menambahkan, Kopi Kintamani juga sudah memiliki sertifikat indikasi geografis dan hak paten, hanya saja pemasaran saat ini masih terbatas.

Oleh karena itu, ia menyambut baik jika Kopi Kintamani bisa merambah pasar Amerika dengan bantuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan distributor.

BACA JUGA:  Indonesia Sambut Tawaran OECD Kembangkan Pariwisata

“Di Kintamani ada 64 subak yang mengembangkan kopi ini, yang kami butuhkan hanya sarana prasarana agar bisa mengolah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur),” kata Ketut Jati.

Direktur PT Dagna Agro Bumi Wahyudi Angligan berharap Pemprov Bali bisa membantu memfasilitasi agar Kopi Kintamani jenis Arabika ini bisa merambah pasar AS.

“Kami melihat peluang karena kopi Arabika belum terlalu dikenal disana,” kata Wahyudi.

Bahkan disamping berorientasi ekspor, pertanian Kopi Kintamani nantinya bisa dikemas dengan agro tourism yang bisa menarik minat wisatawan dan semakin meningkatkan citra Kopi Kintamani. (yes)