Kementerian ESDM Serahkan Sumur Bor di Tenganan

Inspektur III Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral L. N. Puspa Dewi, didampingi sekda I Gde Adnya Mulyadi melakukan pemotongan pita menandai penyerahan bantuan tiga unit sumur bor untuk Karangasem.(foto:ist).

Beritabalionline.com – Inspektur III Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral L. N. Puspa Dewi, menyerahkan bantuan sumur bor air tanah yang merupakan Program Badan Geologi, Kementerian ESDM pada tahun anggaran 2018 di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Karangasem, belum lama ini.

Penyerahan sumur bor sendiri ditandai dengan pemotongan pita. Mewakili Bupati IGA Mas Sumatri, Sekda I Gede Adnya Mulyadi hadir menerima bantuan kementerian tersebut.

Sekda Adnya Mulyadi, dalam kesempatan tersebut, mengucapkan selamat datang dan berterimakasih yang sebesar-besarnya mewakili Pemerintah Kabupaten Karangasem dan masyarakat Karangasem khususnya masyarakat Desa Tenganan, Desa Rendang dan Amertha Bhuana Kecamatan Selat. ”Saya berpesan kepada seluruh masyarakat yang mendapatkan bantuan sumur bor air bersih agar dijaga aset yang telah diberikan kementrian ESDM,” ucapnya.

L. N. Puspa Dewi, Inspektur III, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengatakan penyerahan sumur ini menandakan bahwa sumur bor yang telah dibangun pada tahun 2018, sebanyak tiga unit di Kabupaten Karangasem dan satu unit di Kabupaten Bangli, dapat secara penuh digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

Selain itu, peresmian ini juga dimaksudkan sebagai bahan sosialisasi kepada masyarakat bahwa pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan didukung oleh DPR RI (Komisi VII) memiliki program yang pro terhadap kesejahteraan masyarakat, yaitu pengentasan daerah sulit air bersih melalui pengeboran air tanah dalam. Dimana beberapa daerah di wilayah Provinsi Bali masih mengalami permasalahan penyediaan air bersih karena kondisi alamnya.

Di Karangasem Kementerian ESDM menyerahkan tiga unit mensin sumur bor, yakni di Desa Tenganan, Kecamatan Manggis, Desa Rendang, Kecamatan Rendang dan Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat. Sumur-sumur bor yang diserahkan itu memkiliki spesifikasi teknis kedalaman 126 m, debit rata-rata 2 Liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diamater 6 inchi, pasokan listrik dari genset dengan kapasitas 12,5 kVA, menggunakan pompa selam (submersible) 3 PK, dan dilengkapi dengan rumah genset, rumah pompa, dan bak penampungan air berkapasitas 5.000 liter.

BACA JUGA:  Pria Tua di Garut, Jawa Barat Minum Darah Sapi Kurban Bikin Heboh Warga

Kapasitas layanan tiap sumur bor ini sampai dengan 2.800 jiwa. “Ini program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dalam yang sudah dimulai sejak awal tahun 2000-an. Sejak tahun 2005 -2018 sudah 2.288 unit sumur bor dapat dibangun untuk melayani kurang lebih 6,6 juta jiwa,” terang Puspa Dewi.(huk)