Pemkot Denpasar Larang Penggunaan Soundsystem saat Arak Ogoh-ogoh

Salah satu ogoh-ogoh hasil kreativitas warga Kota Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melarang penggunaan soundsystem saat pengarakan ogoh-ogoh pada malam pengerupukan. Selain karena mengganggu dan menimbulkan keresahan di masyarakat, penggunaan soundsystem dianggap tidak sesuai dengan sastra agama Hindu. Disamping dapat mengaburkan kebudayaan Bali yang adiluhung.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar, I Wayan Meganada di Denpasar, Senin (4/2/2019). Dijelaskan, pelaksanaan pengerupukan merupakan salah satu rangkaian Hari Suci Nyepi, sehingga pelaksanaannya harus senantiasa berpedoman pada Tri Kerangka Umat Hindu, yakni Tattwa, Susila dan Upacara.

Secara Tattwa, Meganada mengatakan bahwa hari pengerupukan dimaknai sebagai wahana untuk nyomya bhuta kala. Dimana, pada hari tersebut energi negatif, yakni bhuta dilaksanakan nyomya dengan beragam sarana mulai dari pecaruan hingga ogoh-ogoh sehinga dapat menjadi energi positif.

“Seluruh rangkaianya merupakan hari suci, dan dalam pelaksanaanya hendaknya senantiasa berpedoman pada tattwa agama,” terangnya.

Dari pelaksanaan caru tersebut, lanjut dia, tentunya  terdapat pengiring atau pengawal yang dikenal dengna Panca Suara. Dan ogoh-ogoh pun masih merupakan rangkaian pecaruan yang bertujuan untuk nyomya bhuta kala.

Dijelaskan, dalam Aji Gurnita disebutkan bahwa suara pokok terdiri atas lima nada, yakni ndang, ndeng, ndong, ndung, dan nding yang meruakan simbol dari Dewa Iswara, Dewa Brahma, Dewa Mahadewa, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.

“Ketika itu merupakan yadnya, tentu seluruh rangkaianya juga merupakan yadnya yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainya. Karena itu, alangkah baiknya saat mengarak ogoh-ogoh menggunakan gambelan baleganjur dan instrumen tradisional lainya,” sarannya.

“Kalau menggunakan soundsystem tidak sesuai dengan sastra Hindu  dan jangan sampai karena modernisasi ini kita justru kehilangan identitas sebagai masyarakat Hindu Bali,” tandas mantan Bendesa Sesetan ini. (tra)

BACA JUGA:  Wisatawan India Jatuh ke Laut saat Selfie di Nusa Penida