Mensos Sayangkan Sejumlah Balai Panti Netra Beralih Fungsi

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita saat meninjau Balai Panti Soosial Bina Netra Mahatmiya Bali, di Tabanan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menyayangkan adanya sejumlah balai panti netra beralih fungsi ketika diserahkan kepada pemerintah daerah. Antara lain bangunan panti netra dijadikan perkantoran, mess dan yang lainnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan mengevaluasi lagi tentang keberadaan Balai panti netra. Temasuk juga pemda yang melakukan pengalihan fungsi akan terus dipantau, demikian Mensos disela-sela kunjungannya ke Balai Panti Netra Mahatmiya Bali, di Kabupaten Tabanan, Senin (4/2/2019).

“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait, sehingga contoh kejadian seperti itu tidak terulang di daerah lain. Karena itu peran dari Kemendagri dalam hal ini sangat penting untuk tetap berfungsinya balai panti netra seperti semua, bukan sebaliknya dijadikan fungsi di luar panti netra,” ujarnya.

Pada bagian lain Agus Gumiwang juga meminta pemerintah daerah untuk senantiasa menjaga keberadaan balai panti netra dan memberikan fasilitas kepada warga penyandang disabilitas.

“Kami telah melimpahkan sejumlah panti netra atas tanggung jawab kepada pemerintah daerah. Hal tersebut mengacu pada Undang-undang 23 tahun 2018, yang mengatur tentang wewenang dan tanggung jawab keberadaan balai panti netra,” kata Mensos.

Ditambahkan, dengan wewenang dan tanggung jawab ke pemerintah daerah, maka secara keberlanjutan akan dilakukan evaluasi oleh pemda setempat terkait penghuni dari panti netra itu.

“Kami sudah berkoordinasi juga dengan Kementerian Dalam Negeri, sehingga keberadaan panti netra dalam pelayanan dan fasilitas pendukungnya sama ketika masih di bawah Kementerian Sosial,” ujarnya.

Menurut Agus Gumiwang, keberadaan panti netra yang notabene dihuni warga disabilitas adalah tanggung jawab negara terhadap masyarakatnya.

BACA JUGA:  Komisi III DPR Minta Jokowi Turun Tangan Terkait Pelaporan Komisioner KPU

“Karena itu balai panti memberi ruang bagi warga penyandang disabilitas dalam mengembangkan diri untuk bisa mandiri dan membuka usaha, seperti penyedia layanan panti pijat atau massage,” demikian Agung Gumiwang. (tra)