Rai Wirajaya: Budaya Asing Pengaruhi Pola Pikir Generasi Milenial

Rai Wirajaya saat sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Sungguh ironis, generasi milenial yang digadang-gadang menjadi generasi penerus kehidupan berbangsa dan bernegara dimasa yang akan datang justru secara perlahan mulai lupa dengan sejarah bangsa.
“Sangat disayangkan, saat ditanya siapa nama pahlawan nasional asal Maluku mereka bingung, setelah dikasih tau nama pahlawan tersebut Pattimura, masih mengaku tidak kenal, untungnya mereka masih tau nama pahlawan nasional asal Bali I Gusti Ngurah Rai,” ungkap Anggota DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya saat ditemui usai sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, Sabtu (2/2/2019) di Denpasar.
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, era globalisasi membuat setiap orang sangat mudah berhubungan dan bergaul dengan siapapun. Secara bersamaan, budaya asing juga turut masuk ke Indonesia. Lambat laun hal itu juga mempengaruhi pola pikir generasi muda.
“Kita berharap jangan sampai budaya asing turut melunturkan pemahaman kita tentang ideologi pancasila. Ini harus dijaga karena para founding fathers kita telah mengorbankan nyawa dalam perjuangan demi kemerdekaan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa asing,” tegasnya.
Sebagai anggota dewan Rai Wirajaya mengatakan bahwa dalam satu tahun dirinya mempunyai kewajiban untuk melakukan sosialisasi Undang-Undang Dasar 1945, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Sosialisasi di Denpasar kali ini sendiri diikuti sekitar 100 orang mahasiswa serta dari berbagai organisasi kepemudaan.
“Simbol pancasila itu ada di Bali, sangat jelas, kenapa saya sebut demikian karena beragam suku dan agama ada di Bali. Disini ada masyarakat dari Ambon, Papua, Aceh, Jawa, Kalimantan dan daerah-daerah lain. Jadi Bali merupakan simbol pancasila yang sesungguhnya,” paparnya.
Menghadapi tahun politik, masyarakat diharapkan untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Pilkada DKI Jakarta yang disebutnya telah memecah belah kerukunan sesama anak bangsa hendaknya dijadikan sebuah pelajaran oleh semua pihak.
“Masyarakat saya harap tidak mudah terprovokasi apalagi terhasut dengan penyebaran informasi hoaks. Jaga kerukunan sesama anak bangsa demi tetap tegaknya NKRI. Pegang teguh ideologi Pancasila. Dan saya berpesan agar nanti saat Pemilu jangan Golput,” kata Rai Wirajaya. (agw)
BACA JUGA:  Banjar Padangsumbu Tengah Bantu Sembako untuk 123 Kepala Keluarga