Tempati Rumah Tanpa Izin, Oknum Perwira TNI Dilaporkan ke Polisi

Lurah Panjer Made Suryanata (dua dari kanan) dan pengacara pemilik rumah. (foto : Agung W/Beritabalionlie.com)
Beritabalionline.com – Oknum perwira TNI yang saat ini bertugas di salah satu lembaga di Bali berinisial PJ, dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan atas dugaan menempati rumah di Jalan Tukad Pakerisan nomor 24, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan tanpa seizin pemilik rumah bernama Budi Darmawan.
Pengacara pemilik rumah, Alfanno Edward B Laoemoery mengungkapkan, pihaknya terpaksa membawa persoalan ini ke jalur hukum karena melihat tidak ada itikad baik dari PJ untuk menyelesaikan persoalan dengan kliennya.
“Awalnya klien kami membeli rumah ini dari Pak Komang Muliantara pada bulan Februari 2018. Saat proses jual beli pemilik awal mengatakan bahwa rumah tersebut masih dikontrak oleh PJ hingga Mei 2018. Klien kami saat itu tidak mempersoalkanya,” ucap Alfanno saat ditemui di Denpasar, Kamis (31/1/2019).
Persoalan mulai muncul saat Budi menjual sebagian tanah miliknya kepada Agung. Pada saat keduanya melakukan pengukuran ulang tanah untuk proses balik nama pada bulan Mei 2018, PJ menghalang-halangi dengan alasan rumah tersebut masih dalam masa kontrak. Padahal sesuai dengan perjanjian masa kontrak PJ berakhir pada 3 Mei 2018.
Berbagai upaya pun dilakukan agar PJ segera meninggalkan rumah tersebut. Namun hingga 2019 usaha tersebut selalu gagal. Bahkan, Lurah Panjer I Made Suryanata, Denpasar Selatan yang ikut turun tangan melakukan mediasi menemui jalan buntu lantaran PJ tidak pernah mau datang saat diundang ke Kantor Kelurahan.
“Klien kami juga pernah melaporkan PJ ke Denpom IX Udayana. Atas laporan tersebut klien kami kemudian dipanggil untuk diperiksa di Denpom IX Udayana. Tapi hingga kini kami tidak tau sampai di mana prosesnya,” jelas Alfanno.
Saat ditemui, Lurah Panjer Made Suryanata mengatakan, Kamis (31/1/2019) pagi pihaknya bersama Babhinkamtibmas Polsek Denpasar Selatan mendampingi pemilik rumah untuk menemui PJ. Namun dari hasil komunikasi, PJ mengaku sedang berada di luar rumah.
“Tadi pagi Pak PJ minta agar kami kembali jam 3 sore. Tapi ketika sore kami kembali, Pak PJ tidak ada di rumah. Kalau seperti ini bagaimana mencari jalan keluar sementara Pak PJ sulit diajak bertemu,” kata Made Suryanata. (agw)
BACA JUGA:  Bupati Jembrana Himbau Warga Waspada Perubahan Cuaca