PPTI Karangasem Latih Kader dan Sosialisasikan Penanggulangan Penyakit TBC

Bupati Mas Sumatri menghadiri sosiallisasi penyakit TBC di kantor desa Bebandem.(foto:ist).

Beritabalionline.com – Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, Jumat ( 1/2/2019) membuka Sosialisasi TBC & Pelatihan Kader Kesehatan TBC PPTI – Desa sekecamatan Bebandem yang berlangsung di Kantor Desa Bebandem.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menanggulangi penyakit Tuberculosis di Kabupaten Karangasem. Sosialisasi TBC dan Pelatihan Kader Kesehatan TBC PPTI ini berlangsung selama dua hari. Dimulai hari ini, 1 Februari sampai Sabtu 2 Februari 2019. Pelatihan diikuti 20 kader dan 276 peserta.

PPTI sendiri merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang khusus bergerak dalam bidang penanggulangan virus Tuberculosis atau TBC.

Sarini Artha Dipa selaku  Wakil Ketua Perkumpulan Pemberantasan Tuberculosis Indonesia (PPTI) Cabang Karangasem menyampaikan, bahwa seperti yang diketahui bersama, tuberculosis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tantangan yang dihadapi tidak mudah dan semakin berat dengan terkendalanya berbagai kondisi dan situasi yang berhubungan dengan penanggulannya.

” Salah satu tantangan kita adalah meningkatkan kualitas pelayanan TBC yang sudah dilakukan selama ini. Selain itu juga muncul masalah lainnya dengan makin bertambahnya kasus HIV/AIDS,” ujarnya.

Adapun program kerja PPTI Cabang Karangasem terkait persoalan ini seperti melaksankan Sosialisasi Program, Pembentukan Jejaring TBC Lintas Sektor, Emplementasi TOSS (Temukan Obati Sampai Sembuh), membentuk Kader Kesehatan TBC, Kegiatan Sosial dan Pengendalian TBC.

Sementara itu, Bupati Mas Sumatri mengatakan, dari Pemkab Karangasem sendiri telah berupaya melaksanakan program-program kesehatan melalui dinas kesehatan dan jajarannya sampai ketingkat Puskesmas dan Pustu. Meski demikian tetap perlu adanya bantuan bantuan dari semua pihak termasuk dari PPTI untuk bersama-sama berperan aktif membantu pemerintah di bidang kesehatan dalam penanggulangan Penyakit menular (TBC).

Penyakit menular tuberculosis (TBC) khususnya di Kabupaten Karangasem masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang kompleks karena bakteri penyebab penyakit tersebut adalah bakteri micobacterium tuberculosis ini dapat menular kepada siapa saja tidak tergantung umur, jenis kelamin, latar belakang pendidikan dan sebagainya, yang artinya kuman ini sangat berbahaya bagi setiap masyarakat yang terpapar terlebih bagi masyarakat yang sudah menderita penyakit lainnya seperti penyakit HIV/AIDS akan mempermudah mendapatkan penularan kuman TBC.

BACA JUGA:  Minimalisir Kasus Hukum pada Anak, Dua Jaksa Cantik Menyapa Warga Denpasar

Masalah lainnya adalah TB-MDR yaitu penderita TBC yang kebal terhadap obat anti tuberkulosis (OAT), hal ini memerlukan biaya pengobatan yang mahal serta pengobatan yang lebih kompleks serta memerlukan penanganan yang lebih serius karena bila tidak ditangani secara maksimal bisa menyebabkan rantai penularan yang tidak terkendali.

Dengan kondisi demikian kiranya diperlukan bantuan pihak lainnya seperti lembaga swadaya masyarakat khususnya PPTI untuk ikut berperan aktif dalam rangka pengendalian penyakjt menular tuberkulosis (TBC).(yaw)