Tolak Remisi Susrama, Puluhan Wartawan Kembali Gelar Demo di Monumen Puputan Klungkung

Puluhan wartawan gelar demo tolak remisi Nyoman Susrama di depan Monumen Puputan Klungkung. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Puluhan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik di Bali, kembali menggelar aksi menolak pemberian remisi terhadap I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan wartawan, AA Gede Bagus Narendra Prabangsa.

Sebelumnya, Jumat (25/1/2019) aksi serupa juga digelar puluhan wartawan di depan Monumen Bajra Sandhi Lapangan Renon, Denpasar. Aksi kemudian dilanjutkan ke Kantor Kanwil Kemenkumham Provinsi Bali.

“Pemberian remisi kepada Susrama ini selain mencederai rasa keadilan juga merupakan ancaman bagi kebebasan pers yang bertanggung jawab,” ujar koordinator aksi, Gede Juliarsana, di Monumen Puputan Klungkung, Semarapura, Bali, Kamis (31/1/2019).

Aksi tersebut, merupakan aksi gabungan empat komunitas wartawan di wilayah Bali timur yaitu, Komunitas Wartawan Bangli, Komunitas Jurnalis Gianyar, Komunitas Jurnalis Klungkung dan Komunitas Wartawan Karangasem yang juga diikuti oleh sejumlah komponen masyarakat.

Dalam aksi tersebut, beberapa wartawan selain menyampaikan orasi, juga membawa poster dan melakukan penandatanganan petisi, serta membagikan bunga mawar hitam kepada pengguna jalan yang diakhiri dengan “long march” menuju Kantor Bupati Klungkung.

Juliarsana mengatakan, aksi damai itu merupakan bentuk perjuangan para jurnalis di Pulau Bali agar remisi kepada Susrama dapat segera dibatalkan.

“Kami berharap melalui aksi hari ini dan aksi-aksi yang juga digelar wartawan di wilayah lain, Presiden Joko Widodo dapat mendengar aspirasi para pekerja media dan dapat membatalkan pemberian remisi kepada Susrama,” katanya.

Dia menambahkan, aksi sengaja digelar di kawasan Monumen Puputan Klungkung karena mereka ingin semangat “Puputan Klungkung” dapat menjadi spirit perjuangan para jurnalis.

“Kami jurnalis seluruh Indonesia akan terus berjuang sampai remisi kepada Nyoman Susrama benar-benar dicabut,” ujarnya.

BACA JUGA:  Pasca Istirahat Sakit, Bupati Suwirta Periksa Taman Kantor

Perwakilan Wartawan Karangasem, I Wayan Putra mengatakan, pihaknya sangat mengecam remisi yang diberikan kepada Susrama. Menurutnya, pemberian remisi itu merupakan tanda kemunduran kebebasan pers di Indonesia.

“Kami sepakat untuk menolak remisi kepada Nyoman Susrama. Kami minta remisi itu dicabut,” katanya.

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, yang langsung menemui peserta aksi mengaku, akan meneruskan aspirasi para wartawan kepada pihak terkait seperti Gubernur Bali dan perwakilan Kemenkumham.

“Saya akan melanjutkan aspirasi tersebut sehingga sampai kepada puncak pengambil keputusan,” ujarnya, sembari menerima pernyataan sikap dari perwakilan jurnalis. (tra)