1.000 Personel DLHK Kabupaten Badung Dikerahkan untuk Bersihkan Pantai

Sampah kiriman menumpuk di Pantai Kuta, Badung.

Beritabalionline.com – Sekitar 1.000 personel petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, Bali, dikerahkan untuk membersihkan sampah kiriman yang belakangan ini mengotori pantai yang ada di wilayah tersebut.

“Setiap harinya, para petugas kami sebar di sepanjang pantai di wilayah Badung untuk membersihkan sampah kiriman,” kata Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan, di Mangupura, Badung, Selasa (29/1/2019).

Para petugas kebersihan tersebut dikerahkan untuk membersihkan sampah secara manual. Untuk membantu dan mempersingkat waktu, DLHK Kabupaten Baduang juga mengerahkan sejumlah alat berat, di antaranya mobil loader untuk membersihkan tumpukan sampah yang tersebar di pantai.

“Saat ini kami memiliki empat unit mobil loader. Karena jumlahnya terbatas, kami sebar di titik-titik sampah pantai secara bergiliran. Idealnya, kami memiliki 15 atau 20 mobil loader,” ujarnya.

Menurut Eka Merthawan, volume sampah pantai di Badung pada awal 2019, dapat disebut sebagai yang terparah dibandingkan pada tujuh tahun terakhir.

“Saat ini, volume sampah pantai berkisar sekitar 125 ton perhari. Itu sudah menurun dan menipis dibanding minggu lalu yang sampai mencapai 250 ton sampah perhari dengan sampah kayu dan plastik yang sangat banyak,” terangnya.

Kondisi sampah kiriman dengan jumlah banyak juga pernah terjadi pada tiga tahun yang lalu. Pada saat itu volume sampah kiriman yang mengotori pantai sekitar 150 ton perhari.

Menyinggung penyebab terhadinya penumpukan sampah belakangan ini di pantai, Eka Merthawan mengatakan penyebab utamanya adalah faktor cuaca. “Pengaruh angin munsim barat, siklon tropis dan banyak faktor yang mempengaruhi banyaknya sampah kiriman tersebut,” ungkapnya.

Ia memperkirakan, fenomena sampah terdampar tersebut puncaknya akan berlangsung hingga akhir bukan Januari nanti. “Faktor dan kondisi alam ini tidak dapat diprediksi. Tapi selama masih terjadi anomali cuaca, ya sampah kiriman akan tetap ada,” kata dia.

BACA JUGA:  Turis Jordania Hilang saat Berenang di Pantai Double Six

Eka Merthawan mengaku, pihaknya sudah bekerja secara maksimal dalam penanganan sampah pantai itu. Ia juga meyakini sebagian besar sampah yang terdampar tersebut bukanlah sampah yang berasal dari wilayah Bali.

Kendati demikian, lanjutnya, penanganan sampah kiriman tersebut akan terus ditangani terutama yang ada di kawasan pariwisata utama, seperti Pantai Kuta, Pantai Legian dan Pantai Seminyak.

Ia mengaku dalam penanganan sampah pantai, pihaknya mengalami kendala seperti faktor cuaca yang tidak menentu di sekitar wilayah pantai. “Kami harus membersihkan pantai saat pagi hari, karena siang gelombang laut sudah tinggi. Air yang pasang kalau terkena alat loader kami juga dapat merusak, selain itu angin kencang juga cukup mengganggu tugas personel kami di lapangan,” tuturnya. (tra)