Empat Kebudayan Denpasar Diusulkan Masuk WBTB Indonesia pada 2019

Salah satu dari empat kebudayaan yang diusulkan Pemkot Denpasar menjadi WBTB pada 2019. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar melalui Dinas Kebudayaan kembali mengusulkan empat kebudayaanya untuk dapat ditetapkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTD) Indonesia tahun 2019.

Adapun empat kebudayaan tersebut yakni tradisi Ngaro di Banjar Madura Intaran Sanur, Tari Janger Kedaton Sumerta dan Pegok, Tari Legong Binoh serta Sate Renteng.

Salah satu TIM Cagar Budaya Kota Denpasar, Yudhu Wasudewa saat dikonfirmasi, Minggu (27/1/2019) menjelaskan bahwa Dinas Kebudayaan Kota Denpasar terus berkomitmen mendata dan melindungi kebudayaan yang ada di Kota Denpasar.

Selain itu, imbuhnya, usulan sebagai WBTB Indonesia juga penting sebagai salah satu bentuk inventarisasi kebudayaan, sesuai amanat UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan. Disamping tindaklanjut atas pendataan WBTB yang telah dilaksanakan Disbud Kota Denpasar.

“Tahapan masih panjang, dan saat ini masih tahap pengumpulan berkas,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam penetapan sebagai WBTB Indonesia, beragam tahapan harus dilalui, yaitu form usulan penetapan, kajian akademis, foto dan video visual. Namun demikian, pihaknya tetap optimistis empat kebudayaan Denpasar yang diusulkan di tahun 2019 ini dapat ditetapkan menjadi WBTB Indonesia tahun 2019.

“Tahun 2018 lalu kita telah mendaftarkan empat kebudayaan dan keempatnya telah ditetapkan sebagai WBTB Indoesia 2018, dan di tahun 2019 kita kembali mendaftarkan empat lagi. Semoga keempatnya dapat ditetapkan seperti tahun sebelumnya,” paparnya.

Sementara, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram mengatakan, usulan pendaftaran WBTB Indonesia ini dilaksanakan guna mendorong masyarakat untuk lebih tertarik dan sadar untuk ikut serta dalam melestarikan kebudayaan.

Selain itu, dengan terdaftaranya sebagai WBTB tentunya kebudayaan di Denpasar selain tercatat di portal daerah juga tercatat dalam portal nasional guna menghindari klaim dari negara lain. (tra)