Uang Hasil Jual Handphone Curian Buat Biaya Pulang Kampung

Pelaku pencurian handphone diamankan di Polresta Denpasar (foto : ist)

Beritabalionline.com – Komang Arsini Setiani (23) hanya bisa menyesal. Karena kelalainnya, perempuan muda tersebut terpaksa menderita kerugian Rp3,8 juta setelah handphone merk Vivo V5 miliknya hilang setelah diambil orang.

“Handphone korban hilang saat ditaruh di dashboard sepeda motornya dan ditinggal pergi belanja makanan,” kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan di Mapolresta Denpasar, Kamis (24/1/2019).

Kejadian berawal saat korban berbelanja makanan di sebuah Warung Ayam Geprek di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Minggu (9/12/2018) sekitar pukul 21.30 Wita. Dengan santai korban meninggalkan handphone di dashboard sepeda motor.

Tak lama kemudian, korban ke KFC yang lokasinya tidak jauh dari warung pertama. Disana korban baru sadar jika handphone miliknya sudah hilang. Panik, korban kembali ke warung awal untuk mencari handphonenya namun tidak ketemu.

Merasa telah menjadi korban pencurian, Komang kemudian melapor ke kantor polisi. Dari hasil olah TKP dan informasi dari para saksi, serta rekaman CCTV di lokasi, petugas mengantongi ciri-ciri dan tempat tinggal pelaku.

Sayangnya, saat dicari ke tempat kosnya di Jalan Pulau Belitung, gang Manggis nomor 40, Denpasar Selatan, pelaku disebut masih pulang kampung. Pelaku akhirnya diringkus saat kembali ke kosnya, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 19.00 Wita.

Kepada polisi tersangka mengaku, ia mencuri handphone korban di areal parkir sepeda motor Warung Ayam Geprek Sesetan. Handphone tersebut lalu dijual ke temannya seharga Rp2,5 juta dan uang hasil penjualan handphone digunakan untuk pulang kampung.

“Pelaku kita kenakan pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama 5 tahun,” ucap Kasat Reskrim. (agw)

BACA JUGA:  WNA Aljazair Curi Uang dan Barang WNA Jerman