Penyebar Hoax Ijazah Palsu Jokowi Resmi Jadi Tersangka

Ilustrasi berita Hoaks.

Beritabalionline.com – Bareskrim Mabes Polri menetapkan Umar Kholid Harahap sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoax ijazah palsu Presiden Joko Widodo melalui media sosial. Umar ditangkap polisi ketika berada di rumahnya di Kampung Mede, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Pengurus RT setempat, Jayadi membenarkan bahwa seorang warganya sempat diciduk polisi pada Sabtu lalu di rumah kontrakannya. Menurut dia, polisi melacak keberadaan tersangka melalui telepon genggam yang dipakai tersangka mengunggah postingan hoax.

“Saya sudah mengira kalau ada kasus begitu ada polisi ke sini,” ujar Jayadi kepada wartawan pada Senin (21/1/2019).

Ketika penangkapan, polisi ditemani oleh dua anak buahnya yang bertugas sebagai keamanan lingkungan. Menurut dia, Umar langsung dibawa oleh polisi ke Mabes Polri untuk diperiksa lebih lanjut.

Setahu Jayadi, Umar merupakan pengusaha pembuatan gypsum tak jauh dari Kampung Mede. Sebagai pengusaha, aktivitasnya berangkat pagi dan pulang malam. Dengan warga setempat, Umar juga dinilai jarang bersosialisasi.

Seperti diketahui, Umar melalui media sosial, menuding ijazah SMA Presiden Joko Widodo palsu. Dia yakin  Jokowi bukan lulusan SMA Negeri 6 Solo seperti yang selama ini diketahui. Setelah diklarifikasi, berita yang disebarkan adalah hoax.

Atas perbuatannya itu, polisi menjerat Umar dengan Pasal 14 ayat 2, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dan/atau Pasal 207 KUHP. Tapi, karena ancamannya di bawah lima tahun, tersangka tak ditahan. (tra/itn)

BACA JUGA:  Gubernur DKI Anies Baswedan Dituding Lakukan Kebohongan Publik