Gadaikan Belasan Unit Mobil Sewaan, Pria ini Diringkus Reskrim Polsek Densel

Pelaku kasus penipuan dan penggelapan mobil saat diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan (Densel) mengungkap kasus penipuan dan penggelapan belasan mobil. Dalam pengungkapan tersebut petugas meringkus seorang pelaku bernama I Wayan Eka Antara (37).

“Modus pelaku yakni menyewa kendaraan milik korban bernama Rizky Sanusih Arinanda (26). Setelah itu mobil korban digadaikan oleh pelaku,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika KP saat ditemui di Mapolsek Denpasar Selatan, Senin (21/1/2019).

Sebelum terungkap kasus ini sempat membuat ramai di media sosial. Lantaran kesulitan menghubungi pelaku, pemilik rent car tersebut kemudian memposting peristiwa yang dialaminya ke akun Instagram miliknya. Polisi yang menerima laporan dari warga beralamat Perum Banda Mumbul Palm IV nomor 48, Kuta Selatan, Kabupaten Badung ini langsung melakukan penyelidikan.

“Menurut korban, awalnya ia menyerahkan satu unit mobil Xenia kepada pelaku, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 12.00 wita. Berselang satu bulan, korban kembali mengantarkan mobil kepada pelaku sebanyak 13 unit. Harusnya sesuai dengan perjanjian awal pelaku mengembalikan mobil korban pada awal bulan Januari. Karena kesulitan menghubungi pelaku, korban kemudian melapor kepada kami,” terang Kanit Reskrim.

Saat ditangkap di rumahnya di wilayah Banjar Dinas Bade Gede Antosari, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Jumat (18/1/2019), pelaku hanya bisa diam dan tidak melakukan perlawanan. Selain meringkus pelaku, petugas juga turut mengamankan 13 unit kendaraan roda empat berbagai merk milik korban.

“Korban melapor 14 mobilnya dibawa pelaku. Kemarin kita baru mengamankan 13 unit dan yang satu masih kita cari. Dari hasil pemeriksaan pelaku sengaja menyewa mobil dalam waktu lama dan kemudian digadaikan. Uang gadai lalu dipakai membayar sebagian mobil yang harusnya dikembalikan. Karena tidak tau korban mau aja ketika pelaku membayar uang sewa mobi yang jatuh tempo. Nah, pada saat pembayaran macet dan mobil tidak dikembalikan pelaku, korban baru sadar telah menjadi korban penipuan,” jelas Kanit Reskrim. (agw)