Dua Pengedar Narkoba Enggan Ungkap Identitas Oknum Pemasok Barang

Dua pengedar narkoba Cecep Audi Rahmat dan David Setyadi. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dalam waktu yang hampir bersamaan, Unit 4 Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali meringkus dua orang pengedar narkoba bernama Cecep Audi Rahmat (26) dan David Setyadi (22). Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 38 paket sabu seberat 674 gram sabu dan 1.746 butir ekstasi.

“Kedua tersangka beda jaringan namun secara kebetulan hari penangkapannya sama, hanya selisih 30 menit,” kata Kabag Binopsnal Ditresnarkoba Polda Bali AKBP I Gede Sujana dalam jumpa pers penangkapan dua orang pengedar narkoba di Mapolda Bali, Denpasar, Senin (21/1/2019).

Sujana menerangkan, Cecep dibekuk petugas dalam suatu penggerebekan di sebuah kamar kos di Jalan Raya Semer, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (19/1/2019) sekitar pukul pukul 03.30 Wita.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan 18 paket sabu dengan berat 49,88 gram netto dan 100 butir Xtc (ekstasi, red) serta sebuah timbangan digital yang disembunyikan tersangka di antara tumpukan batako belakang kamar kos.

Berselang setengah jam kemudian, Opsnal Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali juga meringkus David Setyadi di Jalan Raya Anyar Peliatan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

Dari hasil penggeledahan di kamar tersangka, petugas menemukan barang bukti lebih besar yakni 15 paket sabu dengan berat  635,26 gram brutto atau 624,98 gram netto, 1.646 butir ekstasi yang dikemas dalam 20 paket, sebuah timbangan, 2 buah handphone, serta kartu ATM dan buku Tabungan BCA.

Kendati telah terbukti menyimpan narkoba, kedua tersangka lebih memilih tutup mulut dan enggan mengungkapkan darimana barang diperoleh. Pelaku hanya mengatakan memperoleh barang dari orang tidak dikenal dan berkomunikasi melalui sambungan telepon.

BACA JUGA:  Kejari Denpasar Buka Layanan Hukum Gratis bagi WNI dan WNA

“Sudah biasa ketika tertangkap para pelaku akan berusaha menutupi identitas pemilik barang. Kita masih akan terus periksa untuk membongkar jaringan yang ada di belakang mereka,” terang AKBP Sujana. (agw)