Wali Kota Denpasar Bagikan 600 Tas Belanja Ramah Lingkungan Kepada Pengunjung Pasar Tradisional

Tampak Wali Kota IB Rai Mantra membagikan tas belanja ramah lingkungan kepada seorang Ibu. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tidak ingin jadi sekadar aturan diatas kertas, berbagai upaya terus dilakukan Pemkot Denpasar guna memaksimalkan penerapan Perwali No. 36 tahun 2018 tentang pengurangan sampah plastik.

Kali ini, dalam mendukung sosialisasi dan penerapan Perwali ini Pemkot Denpasar menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) yang dipimpin oleh Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Denpasar secara bersamaan dengan menyasar empat pasar rakyat di Kota Denpasar, Jumat (18/1/2019).

Monev yang dirangkaikan dengan sosialisasi ini menyasar empat pasar rakyat, yakni Pasar Agung, Peninjoan, Pasar Waringin Sari Angabaya, Penatih.

Dalam kesempatan itu Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra yang juga didampingi Ketua TP. PKK Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra membagi-bagikan 600 tas belanja secara gratis kepada pengunjung pasar.  Tampak satu persatu pembeli yang masih menggunakan kantong plastik menggantinya dengan tas belanja ramah lingkungan yang dibagikan wali kota.

Sekda AA Rai Iswara membagikan tas belanja kepada seorang pembeli kue di pasar. (foto : ist)

“Pakai tas belanja ini ya bu, nanti kalau belanja ke pasar lagi jangan pakai kantong plastik yang sekali pakai langsung dibuang, pakai tas belanja ini secara berulang-ulang untuk ikut menjaga lingkungan,” pinta Rai Mantra kepada salah seoarang pembeli di Pasar Angabaya, Penatih.

Menurut Walikota, pelaksanaan kegiatan operasi kantong plastik dan sosialisasi Perwali No 36 Tahun 2018 serta pemberian tas belanja di pasar rakyat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk ikut peduli mengurangi sampah plastik dengan menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.

Selain itu, penggunaan tas belanja yang dapat dipakai secara berulang-ulang dapat membantu meminimalisir penggunaan tas belanja sekali pakai.

BACA JUGA:  Pemkab Badung Tebar Ancaman Kepada Kontraktor Proyek yang Molor

“Kami akan terus memantau penerapan Perwali No 36 Tahun 2018 ini sehingga kita bersama mampu mengurangi potensi sampah plastik di Kota Denpasar, karena permasalahan sampah plastik menjadi ancaman di segala lini kehidupan manusia,” jelas Rai Mantra.

Sementara Kadis DLHK Kota Denpasar, I Ketut Wisada yang ikut mendampingi Walikota menekankan bahwa kegiatan ini akan terus dilaksanakan hingga penerapan Perwali pengurangan sampah plastik dapat berjalan maksimal.

Menurutnya, seluruh pedagang pasar sebelumnya sudah kami sosialisasikan, dan sekarang sosialisasi dilaksanakan dengan menyasar pembeli sehingga ada perubahan perilaku dan program ini dapat terus dimaksimalkan. (tra)