Prajurit dan Persit Kodim 1617 Jembrana Jalani Tes Urine

Letkol Kav Djefri Marsono Hanok memantau kegiatan tes urine di Makodim Jembrana. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kodim 1617/Jembrana melakukan berbagai upaya dalam rangka pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

“Upaya tersebut seperti sosialisasi sampai pada aksi nyata pelaksanaan tes urine bagi seluruh personel, baik militer, PNS dan Persit sebagai bagian keluarga besar TNI AD,” terang Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok di Aula Makodim 1617/Jembrana, Kamis pagi (17/1/2019).

Dandim menjelaskan, kegiatan P4GN secara rutin dilaksanakan dan dikoordinir oleh Staf Intelijen Kodim 1617/Jembrana. Hal ini sebagai bagian untuk mencegah keterlibatan Keluarga Besar TNI dalam masalah narkoba.

“Seluruh Prajurit dan PNS TNI AD serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) beserta keluarganya ikut, ini sebagai upaya mewujudkan daya tangkal terhadap bahaya peredaran gelap narkoba di sekitar lingkungan kita,” kata Dandim.

Letkol Djefri Marsono Hanok kembali menegaskan, komitmen TNI sudah jelas dan tegas, yaitu menyatakan perang terhadap narkoba. Upaya ini juga menyikapi meningkatnya penguna narkoba di wilayah Jembrana yang sudah diambang batas dan perlu mendapat perhatian serius, termasuk adanya potensi penyelundupan narkoba dari luar Bali ke wilayah Jembrana.

Meningkatnya daya tangkal ini sambung Dandim, diharapkan mampu melemahkan sekaligus menumpas segala aktivitas jaringan sindikat peredaran gelap narkoba yang mencoba masuk dan merusak kehidupan masyarakat Jembrana.

“Sehingga, melalui kegiatan sosialisasi P4GN ini kami mengajak semua elemen masyarakat untuk menghindari, memerangi, dan memberantas narkoba secara bersama-sama melalui aksi nyata yang diawali dari diri pribadi, keluarga, dan satuan,” paparnya.

Pjs. Pasi Intel Kodim Kapten Inf Nyoman Gde Andika S.H., menambahkan, sosialisasi P4GN yang diselenggarakan tiap triwulan ini dimaksudkan agar para Prajurit dan PNS serta anggota Persit KCK mendapatkan pengetahuan dan mengetahui jenis serta golongan narkotika dan bahaya pengguanaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) seperti, heroin, morfin, ganja, ekstasi, dan jenis lainya.

BACA JUGA:  Sepeda Motor yang Dikendarai Satu Keluarga Masuk Jurang, Balita dan Ibunya Meninggal di TKP

“Acara tersebut juga disampaikan tentang ketentuan pidana dan pelanggaran hukum dalam kasus narkoba. Sesuai UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Narkotika, yang tercantum pada Pasal 112 ayat 1 yang berbunyi, “Setiap orang tanpa hak menyimpan, menguasai, atau menyediakan dapat dikenakan sanksi hukuman seumur hidup”,” ucap Kapten Nyoman Andika.

Sementara, dari hasil pemeriksaan tes urine oleh petugas Analis Laboratorium RSUD Negara yang dipimpin dr. Dedy Kusnawan didampingi seorang stafnya, tidak ditemukan indikasi keterlibatan Prajurit, PNS maupun anggota Persit KCK dalam penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana. (agw)