Petugas BNNP Bali Kembali Amankan 3,6 Kilogram Ganja

Kurniawan Risdianto beserta barang bukti saat diamankan petugas BNNP Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pasca penangkapan terhadap dua orang kurir narkoba sekaligus mengamankan 25 kilogram ganja yang dikirim dari Medan ke Bali melalui kantor jasa pengiriman barang di daerah Sanur, Denpasar Selatan, petugas BNNP Bali terus melakukan pengembangan.

“Hasilnya kita kembali mengamankan barang bukti 3,6 kilogram ganja dan 30 butir ekstasi yang sudah dikemas dalam paket kecil siap edar,” terang Kabir Berantas BNNP Bali AKBP I Ketut Arta, Rabu (16/1/2019) di Kantor BNNP Bali, Denpasar.

Kabid Berantas mengungkapkan, usai diamankan sesaat setelah mengambil paket, Minggu (6/1/2019) sekitar pukul 21:00 Wita, kedua kurir narkoba, Kurniawan Risdianto (50) dan Muh. Haryono (35) diperiksa secara intensif oleh petugas.

Salah satu tersangka bernama Kurniawan Risdianto akhirnya mengaku jika ia masih menyimpan narkoba di kamar kosnya di Jalan Pulau Roti gang Panda, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan. Tanpa membuang waktu lama, Senin (14/1/2019) sekitar pukul 18.30 Wita, tersangka digelandang ke kosnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas mengamankan empat paket ganja seberat 3.100 gram, 20 paket ganja dalam plastik klip seberat 468 gram, dua paket ganja dalam tas kresek hitam seberat 103 gram, 30 butir ekstasi warna hijau, satu unit timbangan, tiga buah lakban, satu bendel plastik klip, sebuah gunting dan satu buah cutter.

“Total ganja yang disita seberat 3,6 kilogram dan ekstasi 30 butir. Barang didapat dari Sumatera. Tersangka juga mengatakan kamar kos tersebut sengaja disewa sejak lima bulan lalu untuk menyimpan narkoba,” beber Kabid Brantas.

AKBP Ketut Arta juga mengatakan, ganja dan ekstasi tersebut diduga sisa dari pengiriman barang sebelumnya dan belum habis. Tidak menutup kemungkinan, ganja asal Aceh itu beratnya hampir sama dengan yang terakhir diamankan petugas BNNP Bali.

“Mungkin saat dikirim beratnya bisa 20 kilogram. Sampai disini kemudian diedarkan dan ditempel sesuai pesanan. Apalagi pengendalinya napi LP Kerobokan, ketika dilihat barang tinggal sedikit minta dikirim lagi,” terang Kabid Berantas. (agw)