2019, Pemkab Badung Lanjutkan Program Pro-Rakyat

Kepala Bappeda Kabupaten Badung, Made Wira Dharmajaya. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Kabupaten Badung, tetap melanjutkan program pro rakyat pada 2019 meskipun harus menutup defisit anggaran yang terjadi pada 2018.

“Meskipun harus menutupi defisit tahun sebelumnya, kami pastikan program tersebut tetap berlanjut. Itu sudah menjadi komitmen pimpinan untuk tetap menjalankan program pro-rakyat,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Badung, Made Wira Dharmajaya di Mangupura, Rabu (16/1/201).

Ia memberikan contoh program tunjangan untuk lansia berusia diatas 72 tahun. Program itu tetap lanjut dan setiap lansia memperoleh tunjangan Rp1 juta perbulan dan diterima setiap tiga bulan.

Demikian juga dengan program tunjangan penunggu pasien. Program tersebut tetap dilanjutkan dan setiap keluarga pasien menerima tunjangan penunggu pasien Rp200 ribu perhari dengan jumlah maksimal Rp5 juta.

“Kami tetap berkomitmen dan berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung. Untuk itu, sejumlah program pro rakyat digagas dan dilaksanakan,” katanya.

Made Wira Dharmajaya tak menampik bahwa pada tahun 2018, Badung mengalami defisit anggaran. Pendapatan tidak sesuai dengan yang ditargetkan, sementara sejumlah program yang merupakan komitmen sudah dilaksanakan.

“Kami wajib menganggarkan defisit pada 2018 pada APBD 2019. Ini menjadi prioritas,” ujarnya.

Ditambahkan, sejumlah program fisik yang sudah selesai dan program yang masih berjalan namun belum bisa dibayarkan pada 2018. Itulah yang harus menjadi prioritas pada 2019, termasuk bunganya.

“Tak hanya nominal pokok proyek, Pemkab Badung juga menganggarkan bunga dari proyek yang belum terbayarkan,” katanya.

Terkait dengan program-program pro-rakyat, ia mengatakan hal itu sesuai dengan lima bidang prioritas Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten Badung, yang meliputi, pertama, sandang, pangan dan papan, kedua, kesehatan dan pendidikan, ketiga, jaminan sosial dan ketenagakerjaan, keempat, adat agama dan budaya, serta kelima pariwisata. (tra)

BACA JUGA:  Pejalan Kaki Tewas Ditempat Usai Dihantam Panther