Pemerintah Siapkan Pengembangan Industri Motor Listrik

Presiden Joko Widodo (kiri) berdiskusi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.(foto:ist).

Beritabalionline.com – Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah tengah menyiapkan tahapan pengembangan industri kendaraan motor listrik melalui peraturan presiden (perpres).

“Kita memiliki peluang untuk menjadi pemain kendaraan motor listrik,” kata Presiden Jokowi kepada media di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Menurut Presiden, Indonesia memiliki industri dalam negeri yang diperlukan untuk komponen motor listrik seperti baterai dan barang tambang seperti nikel, kobalt, dan mangan.

Presiden pun mengarahkan Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam produk kendaraan motor listrik di dunia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pemerintah terus mematangkan regulasi kendaraan bermotor listrik melalui peraturan presiden.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam rapat tersebut telah dibahas mengenai pemberian insentif perpajakan kendaraan bermotor listrik.

“Jadi, pada dasarnya beberapa kategori dari mobil listrik akan diberikan suatu insentif dalam bentuk perbedaan pajak PPnBM-nya dan juga berbagai insentif lainnya karena kita juga perlu untuk mendukung industri pendukungnya seperti baterainya, industri untuk charge baterainya dan juga industri pembuat komponen,” jelasnya.

Pemerintah juga akan berkonsultasi dengan DPR RI mengenai regulasi tersebut.

Menkeu mengatakan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) kendaraan bermotor listrik direncanakan lebih rendah sekitar 50% dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.

Dalam rapat terbatas bertopik percepatan program kendaraan bermotor listrik itu, Presiden Jokowi juga mengatakan kendaraan bermotor listrik ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan kepada energi fosil.

Dengan penggunaan kendaraan bermotor listrik diharapkan dapat mengurangi pemakaian bahan bakar minyak (BBM), sehingga dapat mengurangi ketergantungan kepada impor BBM dan mampu menghemat sekitar Rp798 triliun. (yes)

BACA JUGA:  Wagub Bali Dorong Industri Jasa Keuangan Dukung UMKM