Diperlakukan Seperti Penjahat Besar, Napi Pengedar Narkoba Dirantai dan Diborgol

Tahanan Satresnakorba Polresta Denpasar tangannya diborgol dan kakinya dirantai (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Dua puluh orang tahanan Satresnarkoba Polresta Denpasar diborgol tangan dan dirantai kakinya saat rilis di depan Monumen Bajra Sandi, Renon, Denpasar. Pemandangan ini tak ayal menyedot perhatian masyarakat yang tengah berolahraga di Lapangan Renon.
“Mereka kita buat seperti ini dengan tujuan memberikan efek jera. Tidak hanya di sini, di dalam sel tahanan mereka juga kita borgol dan rantai. Setelah itu mereka kita gunduli rambutnya, lalu kita bawa dan tunjukkan kepada masyarakat luas agar mereka malu dan para calon pelaku lain berpikir bahwa kita dari kepolisian tidak main-main dalam pemberantasan narkoba,” kata Kapolersta Denpasar Kombes Pol.
Ruddi Setiawan saat rilis narkoba, Senin (7/1/2019). Kapolresta mengungkapkan, dua puluh orang pelaku yang ditangkap merupakan hasil operasi Satresnarkoba Polresta Denpasar dalam sepekan yakni mulai malam tahun baru 2019. Para tersangka ditangkap di tempat berbeda seperti di rumah, tempat kos maupun di jalan raya.
“Para pelaku ada yang hanya sekedar pengguna dan ada juga kurir atau pengedar. Sebagian dari pelaku ada residivis kasus narkoba dan pernah ditangkap oleh Polresta Denpasar. Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memperoleh barang dari seseorang tidak dikenal yang ada di dalam lembaga pemasyarakatan (LP) dan dari luar Bali. Kami masih melakukan pengembangan, namun pastinya LP yang dimaksud LP di Bali,” ucap Kombes Ruddi.
Mantan Wadir Krimsus Polda Bali ini kembali menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika para pelaku melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Bahkan, jika pelaku melawan dengan menggunakan senjata, polisi akan menembak mati para pengedar yang dianggap sudah merusak masa depan masyarakat Bali khususnya generasi muda.
“Dari 20 orang pelaku yang kami amankan ini tidak ada yang berani melakukan perlawanan saat ditangkap, mungkin mereka sudah takut duluan ketika melihat polisi,” jelas Kapolresta.
Dari tangan pelaku yang terdiri dari 19 orang laki-laki dan satu orang perempuan tersebut, petugas juga cukup banyak mengamankan barang bukti narkoba. Narkoba jenis sabu seberat 22, 9 gram, ekstasi 25 butir, ganja 308 gram, pil koplo sebanyak 8.210 butir, dan pil destroy sebanyak 500 butir.
Para pelaku dijerat Pasal 112 ayat (1) dan UU.RI.No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 milyar. Juga Pasal 112 ayat (2) dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.
“Dengan pengungkapan ini, Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali berhasil menyelamatkan sebanyak 5.000 generasi muda di Bali,” terang Kapolresta Denpasar. (agw)