Polda Bali Bekuk Empat Pelaku Skimming WNA Asal Bulgaria

Empat pelaku skimming WNA asal Bugaria yang diringkus polisi. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali kembali berhasil mengungkap kasus Cyber Crime (Skimming) melalui ATM yang terjadi di wilayah Denpasar. Empat orang warga negara asing asal Bulgaria tersebut masing-masing berinisial KDY, VRG, VKN, dan VVC.

“Modus para pelaku yaitu memasang peralatan berupa satu set wifi router berikut kabel pada bagian modem mesin ATM yang berfungsi untuk mengambil atau mengcopy data nasabah yang melakukan transaksi pada mesin ATM. Selanjutnya data nasabah dipindahkan ke sebuah kartu yang berisi magnetic stripe,” terang Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja dalam siaran pers, Rabu (2/1/2019) sore.

Pengungkapan kasus berawal dari koordinasi yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Bali dengan pihak Perbankan di wilayah Denpasar terkait maraknya kasus skimming kartu ATM.

Hasil koordinasi, petugas menemukan peralatan berupa router wifi dan Kanopi (cover Pin) yang sudah dimodifikasi atau diisi kamera tersembunyi telah terpasang di mesin ATM Bank BNI di area Restaurant Shinning Jewel, Jalan Danau Tamblingan Sanur, Denpasar Selatan.

Tak hanya itu, para pelaku juga merusak kamera CCTV yang terpasang di mesin ATM. Saat unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali yang di back up satgas CTOC Polda Bali memantau di area mesin ATM, Jumat (21/12/2018) sekitar pukul 21:15 Wita, datang sebuah mobil yang dikendarai oleh para pelaku dan berusaha mengganti kanopi (cover PIN) yang berisi kamera tersembunyi.

Tanpa membuang waktu, petugas langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku KDY dan VRG. Dari hasil penggeledahan di dalam mobil pelaku, petugas menemukan sebuah parang dan juga handphone. Keduanya lalu digelandang ke sebuah rumah di daerah Sanur, Denpasar Selatan.

Dari rumah tersebut, petugas kembali mengamankan seorang warga negara Bulgaria berinisial VKN. Disana petugas juga mengamankan sebuah handphone dan laptop yang diduga digunakan pelaku untuk melakukan kejahatan Cyber Crime.

“Berdasarkan hasil pengembangan dari ketiga pelaku yang sudah diamankan sebelumnya, petugas menangkap pelaku lain berinisial VVC. Dari hasil penggeledahan kembali ditemukan barang bukti berupa laptop dan handphone yang diduga juga berkaitan dengan tindak pidana tersebut,” kata Kabid Humas.

Dari hasil pemeriksaan terhadap laptop dan handphone, diperoleh beberapa data yang terkait kejahatan Cyber Crime di antarnya informasi mengenai data kartu debet maupun kartu kredit yang diakses di mesin ATM secara ilegal oleh para pelaku sesuai dengan data elektrik jurnal dari mesin ATM.

Kemudian ditemukan pula adanya komunikasi para pelaku dengan Boris Georgiev Rusev, warga negara Bulgaria. Georgiev Rusev merupakan mantan narapidana kasus sama yang sebelumnya pernah ditangkap oleh Unit Cyber Crime pada tahun 2017.

“Atas perbuatannya para pelaku akan dijerat dengan Pasal 30 jo Pasal 46 Undang-undang R.I. No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang R.I. No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 55 KUHP,” jelas Kabid Humas. *agw