15 Orang Meninggal Dunia Akibat Longsor di Sukabumi

Bencana tanah longsor di Sukabumi. (foto : Tribunnews.com)

Beritabalionline.com – Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebut, data sementara 15 orang meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada 31 Desember 2018.

“Sebelas korban sudah teridentifikasi sedangkan empat lainnya belum,” ujar Sutopo dalam jumpa pers di kantornya, Rabu (2/1/2019).

Sedangkan korban selamat sebanyak 63 orang, luka-luka tiga orang, dan 20 orang lainnya masih dalam pencarian. Menurut Sutopo, pencarian akan terus dilakukan hingga 6 Januari 2018.

“Masa tanggap darurat bencana di Sukabumi tujuh hari. Sejak 31 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019,” kata dia.

Sutopo menjelaskan penyebab longsor Sukabumi. Saat peristiwa itu terjadi, intensitas curah hujan dalam kategori ringan. “Saat kejadian, hujan ringan 16,7 mm/perhari,” kata dia.

Wilayah itu terjadi longsor lantaran fungsinya sudah dialihkan oleh masyarakat setempat. Menurut Sutopo, wilayah tersebut sejatinya adalah kawasan konservasi bukan budidaya. Sehingga kondisi tanah menjadi gembur.

“Penyebab hujan, kemudian kemiringan lereng dan terjal lebih dari 30 persen. Tanah bersifat poros artinya mudah menyerap air. Gembur mudah sekali Longsor,” ucap dia.

Total, panjang longsoran dari hulu ke hilir sepanjang 800 meter dengan daerah landaan sebesar 8 hektar.

“Tebalnya beda-beda, ada yang tipis dan tebal 10 meter,” ucap dia. *itn