Tahun 2018, Kejahatan dengan Pelaku Orang Asing di Bali Meningkat

Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. (foto : Agyung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Sepanjang tahun 2018, Kepolisian Daerah (Polda) Bali beserta Polres jajaran telah mengungkap beragam kasus kejahatan dengan pelaku warga negara asing (WNA). Dari 75 orang asing yang diamankan, 7 orang di antaranya dilakukan ektradisi.
“Jika dibandingkan dengan tahun 2017, kasus kejahatan dengan pelaku orang asing mengalami peningkatan. Tahun 2017 terjadi 12 kasus dengan 15 tersangka, tahun 2018 naik menjadi 60 kasus dengan 75 orang tersangka,” terang Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose saat jumpa pers akhir tahun 2018 Kapolda Bali, Jumat (28/12/2018) di Seminyak, Kuta, Badung.
Dari data yang diperoleh, para WNA yang ditangkap dan diproses hukum karena terlibat berbagai kasus seperti kasus pencurian dengan pemberatan, penipuan, pemerkosaan, penggelapan, pengerusakan, cabul, penganiayaan dan pengancaman, serta kasus lain.
Selain itu imbuh Kapolda, tahun 2018 Satgas CTOC dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali juga turut telibat dalam penangkapan sebanyak 160 warga negara Tiongkok atas kasus tindak kejahatan internet (cyber fraud).
“Mereka merupakan sindikat kejahatan internasional, modus operandi para tersangka yakni dengan mengaku sebagai polisi dan jaksa dari Tiongkok, dan menghubungi para korban yang ada di Tiongkok melalui sambungan telepon. Dan perlu diketahui, segala pengungkapan kasus transnasional organized crime baik yang melibatkan cyber crime antar negara, kasus-kasus yang berhubungan dengan kejahatan antar negara merupakan upaya kami sebagai aparat pengak hukum untuk menjaga dan menertibakan wilayah Bali,” jelas Irjen Golose.
Sementara itu, kasus lain yang tidak kalah menonjol di tahun 2018 yakni meningkatnya kasus tindak pidana narkoba di wilayah Bali. Tahun 2017 Polda Bali dan jajaran mengungkap 872 kasus, tahun 2018 kasus narkoba naik menjadi 1.048. Polresta Denpasar masih menempati urutan pertama dengan 484 kasus, Polda Bali 132 kasus, Polres Badung 120 kasus, Polres Gianyar 81 kasus, Polres Buleleng 80 kasus, Polres Karangasem 47 kasus, Polres Jembrana 41 kasus, Polres Klungkung 26 kasus, Polres Tabanan 20 kasus, dan Polres Bangli 17 kasus.
“Masalah narkotika adalah masalah internasional dan tidak gampang (menanganinya, red) tetapi minimal kita membuat Bali tidak dijadikan tempat produksi. Saya bersyukur sampai dengan sekarang tidak ditemukan di Bali dan tidak ada yang berani membuat home industri dan sebagainya seperti di tempat-tempat lain, yang ada hanya penjualan-penjualan narkoba. Kita juga bekerja sama dengan negara-negara lain terkait dengan buronan-buronan yang berhubungan dengan narkotika,” ucap Kapolda. (agw)
BACA JUGA:  Terbukti Tilep Uang Pembayaran PPN, Mantan Direktur GMP Diganjar 14 Bulan Penjara