Diamuk Si Jago Merah, Tiga Bangunan di Nusa Dua Tinggal Puing-puing

Bangunan money changer di Nusa Dua yang turut terbakar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tiga buah bangunan yang dijadikan tempat usaha di Jalan Pratama nomor 81, Lingkungan Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung hanya tinggal puing-puing usai dilalap api.

“Tiga bangunan yang terbakar yaitu bangunan Restoran C-Bezt Fried Chicken, Money Changer dan Barber Shop,” terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Andi M. Nurul Yaqin saat dikonfimasi, Selasa (1/1/2019).

Peristiwa kebakaran berlangsung, Selasa (1/1/2019) sekitar pukul 06:00 Wita. Api pertama kali diketahui muncul dari dapur Restoran C-Bezt Fried Chicken milik Ni Wayan Sugiasih (42), warga Perum. Nuansa Utama Selatan, Banjar Menesa, Desa Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

Warga setempat bernama Ni Ketut Sunarti (55) menuturkan, saat tengah memasak di rumahya ia mendengar teriakan seorang satpam bahwa Restoran C-Bezt Fried Chicken terbakar. Saksi lalu keluar dari dapur dan mengambil selang air di sebelah bangunan untuk membantu memadamkan api.

Namun karena angin kencang dan bangunan terbuat dari kayu, api membesar dan merembet ke bangunan Money Changer milik Wayan Suardana (46) dan bangunan Barber Shop milik I Gede Aditama (39) yang letakknya berdampingan.

“Saya tadi terbangun dari tidur karena kepanasan. Setelah diluar saya melihat bangunan di sebelah tempat kerja saya terbakar dan sudah membesar,” kata Arjen G. Linome (20), satpam yang bekerja di Money Changer.

Peristiwa kebakaran awal tahun 2019 ini membuat masyarakat sekitar panik lantaran khawatir api merembet ke bangungan lain. Tak lama kemudian, delapan unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Badung dan satu unit mobil pemadam milik ITDC Nusa Dua dikerahkan ke lokasi kejadian. Hampir satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan.

BACA JUGA:  Angkut Barang Bekas, Mobil Pick up Ludes Terbakar

“Kerugian total belum bisa diperkiraan, demikian juga penyebab awal kebakaran. Tapi informasinya, tiga tempat usaha yang terbakar tidak diasuransikan. Sampai saat ini baik pengontrak dan pemilik bangunan belum melaporkan secara resmi kepada kami. Namun demikian, kita sudah lakukan police line guna mempermudah penyelidikan,” jelas Kanit Reskrim. (agw)