Tak Kunjung Dinikahi Secara Resmi, Kadek S Nekat Racun Suami Sirinya

Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa saat rilis kasus upaya pembunuhan. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Sakit hati tak kunjung dinikahi secara resmi, seorang perempuan berinisial Kadek S (34) berupaya menghilangkan nyawa suami sirinya, Wayan S dengan cara merancuninya.
“Namun tersangka salah sasaran, yang menjadi korban justru Nengah S (48), istri pertama Kadek S. Itu terjadi setelah korban minum air dari galon yang sebelumnya diisi racun oleh tersangka,” terang Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa di Mapolres Tabanan, Sabtu (29/12/2018).
Kapolres mengungkapkan, upaya percobaan pembunuhan dilakukan tersangka, Kamis (27/12/2018) sekitar pukul 08:00 Wita di rumah suaminya, Wayan S, di Banjar Dangin Jelinjing, Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.
Kebetulan rumah dalam keadaan sepi karena Wayan berangkat kerja sebagai tukang parkir, dan Ni Nengah S tengah berada di sawah. Setelah memperoleh racun hama yang ditemukan di areal persawahan, tersangka lalu menuangkan ke dalam galon air mineral.
Sekitar pukul 17:30 Wita, Nengah S pulang dari sawah dan langsung minum air dari galon. Namun tak lama kemudian korban berteriak dan mengatakan tenggorokannya panas. Wayan yang juga baru pulang bekerja melihat istrinya kesakitan langsung membawanya ke BRSUD Tabanan.
“Mereka bertiga memang tinggal satu rumah. Wayan yang merasa curiga dengan kejadian yang dialami istrinya minuman melapor ke kantor polisi,” terang Kapolres Sinar Subawa.
Kepada polisi, Kadek S mengaku percobaan pembunuhan terhadap suaminya sudah direncanakan sejak sebulan yang lalu. Penyebabnya lantaran sakit hati karena ia tak kunjung dinikahi secara sah dalam kurun tujuh tahun oleh Wayan.
“Tersangka juga mengaku selain karena lama tidak dinikahi secara resmi, suaminya dikatakan kerap berlaku kasar dan sering melakukan penganiyaan,” jelas AKBP Sinar Subawa.
Dalam kasus ini, polisi menjerat Kadek S dengan Pasal 340 KUHP Junto Pasal 53 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (agw)
BACA JUGA:  Ditangkap Selundupkan Sabu Cair, Importir Argentina Berkilah Mengidap Bipolar