Dekranasda Bali Dorong Masyarakat Gunakan Kain Endek Asli Produksi Perajin Bali

Ny. Putri Suastini Koster. (foto : Balipost)

Beritabalionline.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali, Ny.       Putri Suastini Koster, mendorong masyarakat di daerah itu untuk menggunakan kain tenun endek yang memang asli diproduksi perajin dari Pulau Dewata.

“Kalau kita menggunakan kain endek Bali, tetapi diproduksinya di luar Bali dan kita hanya sebagai konsumen, itu kan sangat miris sekali,” kata Putri Koster, di Denpasar, Rabu (26/12/2018).

Menurut Suastini Koster yang juga istri Gubernur Bali, kain endek asal Bali, dulu sangat terkenal. Bahkan yang paling fenomenal, yakni tenun dobel ikat geringsing dari Tenganan, Kabupaten Karangasem.

Tetapi sekarang, imbuhnya, dengan mudahnya motif kain geringsing dicetak oleh pabrik-pabrik tekstil, demikian juga motif tenun Bali lainnya,” ujar istri orang nomor satu di Pulau Bali itu.

 

Kain tenun endek khas Bali.

Oleh karena itu, lanjut wanita yang juga dikenal sebagai seniman sekaligus penyair ini, ia ingin kembali memunculkan fanatisme masyarakat Bali agar lebih mencintai produksi daerah sendiri, sehingga akan lebih membangkitkan industri kecil dan menengah di provinsi tersebut.

“Kami ingin memviralkan jargon kami, cintailah produk dalam negeri, gunakan produk produksi daerah sendiri. Jika kita memakai produk buatan daerah sendiri, tidak akan mematikan produksi Nusantara,” ucapnya.

Suastini Koster mencontohkan, kalau ingin mengenakan kain khas NTT, maka kenakanlah kain yang diproduksi perajin NTT. Demikian juga kalau ingin memakai kain batik, gunakanlah batik dari Jawa ataupun Cirebon, serta kalau mau memakai endek, kenakanlah endek produksi Bali.

Di sisi lain, dia mengingatkan bahwa ketika ingin berswadesi di bidang sandang, maka mau tidak mau mesti dipenuhi kebutuhan dari hulu hingga hilir.

“Kami mengharapkan, Dinas Pertanian atau Kehutanan bisa menyiapkan bibit kapas. Paling tidak dalam lima tahun ke depan bisa tumbuh kapas dimana-mana untuk dipintal, sehingga perajin kita tidak kehabisan benang untuk membuat kain yang khas Bali dan berkualitas tinggi ,” demikian Suastini Koster yang dikenal piawai membaca puisi. (tra)