12 KK Korban Banjir Bandang di Jembrana, Bali Ngungsi ke Posko BPBD

Belasan kepala keluarga di Jembrana mengungsi akibat banjir bandang (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Sebanyak 12 kepala keluarga korban banjir bandang di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring dan di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali, mengungsi.

Mereka mengungsi di posko pengusian yang dibangun BPBD Jembrana yang berlokasi di Balai Subak Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, lantaran rumah mereka rusak berat akibat terjangan banjir bandang yang terjadi Sabtu (22/12/2018) malam lalu.

“Dari kemarin hingga saat ini ada 12 KK yang mengungsi di posko pengungsian yang kita bangun, itu karena kerusakan rumah mereka sangat parah,” ucap Kepala BPBP Jembrana I Ketut Eko Susila AP, Senin (24/12/2018).

Eko Susila juga menjelaskan, dari pendataan diketahui ada 62 KK di Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring dan di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Mendoyo yang terdampak banjir. Dari jumlah tersebut 48 KK mengalami kerusakan sangat parah dan 2 KK rumahnya lenyap disapu banjir. Sisanya mengalami kerusakan ringan.

“Jika ditotal nilai kerugian materinya mencapai tiga setengah miliar rfupiah. Angka ini bisa bertambah karena pendataan jumlah korban terdampak masih berlangsung,” terang Eko.

Sementara untuk kendaraan, mobil pribadi dilaporkan empat unit tersapu banjir bandang dan mengalami rusak berat. Sedangkan sepeda motor sebanyak delapan unit.

“Untuk ternak belum ada laporan riil. Sementara infonya ternak sapi warga yang hilang ada dua ekor dan babi ada tiga ekor. Tapi riilnya kami belum tahu karena belum ada laporan resmi dari pemiliknya,” jelas Eko Susila.

Namun pihaknya memastikan musibah banjir bandang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa meskipun terjadi pada malam hari karena reaksi cepat dari tim penanggulangan bencana melakukan evakuasi terhadap warga yang terkena musibah.

BACA JUGA:  Memasuki Masa Tenang, Sat Pol PP Denpasar Tertibkan Ratusan APK

Saat ini para pengungsi membutuhkan bantuan sembako dan keperluan mendesak lainnya seperti pakaian. Bantuan tersebut diperoleh dari berbagai pihak. (agw)