Usaha Dodol Buah Naga Binaan PT BSI Tembus Pasar Hongkong

Salah satu kelompok UMKM pembuatan dodol buah naga binaan PT BSI. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Sebagai perusahaan nasional dan menjadi salah satu aset Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, PT Bumi Suksesindo (BSI) berkomitmen mengambil inisiatif dalam pengembangan ekonomi daerah melalui program yang berkesinambungan.
Perusahaan tambang emas yang berlokasi di desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini, menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) secara aktif khususnya kepada warga yang berada di lokasi tambang emas tujuh bukit.
“Program CSR BSI fokus pada 4 bidang yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, mata pencaharian dan pembangunan infrastruktur,” terang Teuku Mufizar Mahmud, Corporate Communications Manager PT Bumi Suksesindo (BSI) kepada awak media saat mengunjungi PT BSI di Desa Sumberagung, Banyuwangi Sabtu (22/12/2018).
Mufizar menerangkan, proyek utama yang dilakukan oleh tim CSR termasuk renovasi taman kanak-kanak dan sekolah-sekolah dasar setempat dengan program yang sedang berjalan di kabupaten setempat.
PT BSI juga memberikan pendampingan kepada kelompok usaha menengah kerja mandiri (UMKM). Salah satunya kelompok UMKM di desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi yang membuat panganan berbahan buah naga.
Ketua UMKM pusat Pasanggaran, Agustina saat ditemui mengatakan, buah naga bisa dijadikan sebagai bahan penganan atau camilan seperti dodol, pastel, suwar suwir dan lainnya.
“Cara membuatnya juga mudah, contoh dodol, daging buah naga dicampur dengan ketan, gula pasir, dan santan lalu direbus hingga mengental menjadi dodol. Prosesnya kurang lebih 3 jam,” tururnya.
Agustina menerangkan, buah naga diperoleh dari petani di desa sekitar. Ia lalu menceritakan, sebelum bekerja sama dengan PT. BSI, buah naga hasil panen banyak terbuang karena selain harga jualnya rendah, masyarakat sudah bosan makan buah naga.
“Menyikapi kondisi tersebut, kami bersama ibu-ibu muda lain kemudian bersama-sama mencarikan solusi. Dan setelah bertemu dengan PT. BSI, kita diberi pelatihan cara membuat panganan yang terbuat dari buah naga,” jelasnya.
Agustina melanjutkan, setelah dua tahun berjalan, dodol buah naga mulai dikenal masyarakat. Selain laris manis di Banyuwangi, produk rumahan tersebut merambah daerah lain seperti Bali, Semarang, Kalimantan.
“Kalau untuk luar negeri baru Hongkong. Harapannya dodol berbahan dasar buah naga hasil olahan kami akan semakin maju sehingga mampu membawa perubahan ekonomi bagi warga yang ada di sini,” harap Agustina. (agw)
BACA JUGA:  Gubernur Koster Ajak KADIN Bersinergi Bangun Kekuatan Ekonomi Bali