Kenkominfo Blokir 500 Konten Terorisme, Radikalisme dan Separatisme

Ilustrasi konten terorisme. (foto : net)

Beritabalionline.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyatakan sampai bulan November 2018, telah melakukan blokir terhadap 500 situs yang memuat konten terorisme, radikalisme dan separatisme.

Berdasarkan laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika (APTIKA) Kemkominfo, penangangan konten tercatat ada 3 situs yang memuat konten separatisme dan organisasi berbahaya telah diblokir. Sementara untuk situs terorisme dan radikalisme, telah melakukan blokir sebanyak 497 situs.

Sebanyak 202 situs merupakan jumlah situs yang diblokir sampai bulan Desember 2017.
Untuk tahun 2018 saja, Kemkominfo telah memblokir sebanyak 295 situs yang mengandung konten terorisme dan radikalisme. Sementara untuk situs konten separatisme diblokir 3 situs pada bulan Juni 2018.

“Pemblokiran situs yang memuat konten terorisme dan radikalisme sudah dilakukan sejak 2010 hingga saat ini. Situs yang telah diblokir dominan berasal dari luar negeri dengan registernya lebih banyak bertuliskan dot com,” ujar Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo, Ferdinandus Setu dalam keterangan resminya, Sabtu (22/12/2018).

Tindakan pemblokiran dilakukan atas permintaan Badan Nasional Penanggulan Terorisme (BNPT). Selain itu, pemblokiran juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (1) dan (2), Pasal 28 ayat (1) dan (2), Pasal 40 ayat (2).

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap situs teorirsme dan radikalisme serta separatisme, Kemkominfo terus melakukan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali. Selain itu juga bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan seperatisme.

Kemkominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindarikonten teorirsme, radikalisme dan separatisme. Jika menemukenali keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten. (itn)

BACA JUGA:  HS Terancam Hukuman Mati, Mengaku Membunuh karena Sakit Hati