Peserta JKN-KIS Wajib Daftarkan Bayi Baru Lahir ke BPJS Kesehatan

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Parasarnya Dewi Cita (kiri). (foto : ist)
Beritabalionline.com – Kehadiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 di penghujung tahun 2018 membawa angin segar bagi implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Tidak hanya menyatukan sejumlah regulasi yang awalnya diterbitkan masing-masing instansi, Perpres ini juga menyempurnakan aturan sebelumnya,” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar, Parasarnya Dewi Cita, Kamis (20/12/2018) di Denpasar.
Dewi menerangkan, Perpres tersebut menjabarkan beberapa penyesuaian aturan di sejumlah aspek. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diketahui masyarakat diantaranya pendaftaran bayi baru lahir.
Dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2018, bayi baru lahir dari peserta JKN-KIS wajib didaftarkan ke BPJS Kesehatan paling lama 28 hari sejak dilahirkan. Aturan ini mulai berlaku 3 bulan sejak Perpres tersebut diundangkan.
“Jika sudah didaftarkan dan iurannya sudah dibayarkan maka bayi tersebut berhak memperoleh jaminan pelayanan kesehatan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku. Khusus untuk bayi yang dilahirkan dari peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), maka secara otomatis status kepesertaannya mengikuti orang tuanya sebagai peserta PBI,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan, untuk bayi yang dilahirkan bukan dari peserta JKN-KIS, maka diberlakukan ketentuan pendaftaran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Umumnya, proses verifikasi pendaftaran memerlukan 14 hari kalender dan setelah melewati rentang waktu tersebut iurannya baru bisa dibayarkan.
“Oleh karenanya, kami mengimbau para orang tua untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya menjadi peserta JKN-KIS, agar proses pendaftaran dan penjaminan sang bayi lebih praktis,” papar Dewi didampingi Pps. Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Novita Mustika Rini. (agw)
BACA JUGA:  Siswa Gianyar Terima Beasiswa Pendidikan dari BPJS Ketenagakerjaan