Akhir Tahun, Pemkab Gianyar Gelar Bursa Inovasi Desa

Pemkab Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD menggelar bursa inovasi desa, menjelang akhir tahun 2018.(foto: yesiariska).

Beritabalionline.com – Program Bursa Inovasi Desa (BID) hadir sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kwalitas pemanfaatan dana desa yang efektif dan efisien. Program ini lahir karena banyak desa dianggap belum memiliki kapasitas SDM, terutama aparatur desa yang masih rendah dalam kemampuan tata kelola desa. Pemkab. Gianyar sendiri melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD menggelar bursa inovasi desa, menjelang akhir tahun 2018 di Balai Budaya Gianyar, Kamis (21/12/2018).

Bursa inovasi desa merupakan bagian dari tahapan program inovasi desa. Bursa ini menawarkan kegiatan-kegiatan terkait pembangunan desa yang telah dinilai inovatif. Seperti ditegaskan Kabid Pembangunan Kawasan Perdesaan DPMD Kab. Gianyar Ir. I.B Mahardika mengatakan perlaksanaan BID adalah untuk menjembatani kebutuhan pemerintahan desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, inisiatif atau alternative kegiatan pembangunan desa dalam rangka pembangunan dana desa yang lebih efektif dan inovatif.

“ kegiatan-kegiatan yang dipamerkan dalam Bursa Inovasi Desa seperti kegiatan kegiatan yang bernilai inovatif dalam pembangunan desa yang bukan dalam bentuk barang melainkan dalam bentuk ide-ide kreatif yang lahir dan berkembang di desa-desa,” kata I.B Mahardika.

Dalam bursa ini akan diperkenalkan beberapa kegiatan kegiatan inovatif yang sudah dikembangkan di desa-desa lain yang ada di seluruh desa di seluruh kabupaten di Indonesia. Nantinya para peserta tim pelaksana inovasi desa se-Kabupaten Gianyar dapat melihat dan mengambil salah satu program yang sekiranya cocok diterapkan diwilayahnya masing-masing. Kegiatan-kegiatan inovatif seperti dalam menu Inovasi Bursa A bidang infrastruktur, embung desa, inovasi cipta karya Desa Bukian, mesin parut serba guna, internet gratis dengan wajan bolic, kincir air sebagai penunjang ekonomi masyarakat, pengering gabah sederhana dan lain-lainnya.  Untuk menu bursa Inovasi B seperti budi daya cacao, arang bamboo desa pupuan, produksi endek tanpa broker, jamu prebiotic ternak dan lain-lainnya. Sedangkan dalam bursa inovasi C yaitu bidang sumber daya manusia (SDM) seperti Digital Desa Asah Duren, Baby Spa Desa Dlod Peken, home care, PAUD tiga Bahasa dan lain-lainnya.

BACA JUGA:  Pemkot Denpasar Gelar Pasar Murah "Lais Meseluk" di 4 Kecamatan

Sementara itu Bupati Gianyar yang diwakili oleh Asisten Aministrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setdakab. Gianyar I Wayan Suardana S.Sos mengatakan melalui bursa ini diharapkan desa dapat berbagi ide kreatif yang telah diterapkan didesa. Menginformasikan rencana kegiatan penyelenggaraan pengelolaan pengetahuan inovasi desa, penyediaan Peningkatan teknik Desa (P2KTD) kepada OPD terkait.

“Bursa ini juga dapat menjembatani kebutuhan pemerintahan desa suapaya dapat mengontrol bilamana menemui kendala, selain mencari inisiasi atau alternative bagi pengguna dana desa demi kepentingan pembangunan,” tegas Wayan Suardana.(yes)