Gara-gara Charger Ponsel Korslet, 7 Orang Tewas Terpanggang

Kebakaran rumah yang menewaskan 7 orang meninggal dunia. (foto : merdeka.com)

Beritabalionline.com – Kebakaran menghanguskan 1 rumah warga di Perum Korpri Jalan Jakarta Blok CK No 04, Loa Bakung, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (18/12/2018) dini hari. Tujuh orang yang terjebak di dalam rumah, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Mencuat dugaan, kobaran api disebabkan korsleting charger ponsel.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 03.30 Wita. Rumah yang terbakar, adalah rumah ketua RT 66 Sri Rahayu. Belum diketahui pasti sebab kebakaran. Namun warga melihat, kobaran api berasal dari bagian belakang rumah.

Menurut seorang saksi mata Eko (40), terlihat kobaran api di bagian belakang rumah Sri Rahayu. Teriakan meminta tolong terdengar dari dalam rumah, yang sudah dikepung api. Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Bagian depan rumah belum terbakar. Api dari belakang, kemudian menyambar motor. Warga kemudian berdatangan, coba memadamkan api,” ujar Eko.

Pemadam dari berbagai instansi dan relawan di Samarinda, menerjunkan tidak kurang 5 mobil Damkar, dan 10 portabel. Warga dan pemadam yang ingin menyelamatkan Sri Rahayu, berpikir 2 kali, lantaran api berkobar hebat. Namun demikian, kurang dari 1 jam, api berhasil dipadamkan.

“Dugaan sementara, akibat korsleting listrik. Kondisi bangunan diapit 2 rumah lain. Ada 2 jenazah korban ditemukan di kamar depan, dan 5 lainnya di bagian belakang. Semuanya ada 7 korban meninggal karena terbakar,” kata salah satu koordinator relawan kebencanaan, Joko Iswanto.

Jenazah 7 korban itu merupakan satu keluarga, dan dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Syachranie. Ketujuh korban itu adalah Ilhamsyah (50), Ratna (40), Safira (8), Ibrahim (36), Sri Rahayu (34), Nanda (14) dan Rafli (12).

Masih di lokasi kejadian, Kapolsek Sungai Kunjang Kompol I Ketut Gede Suardana membenarkan peristiwa itu. “Ada 7 korban meninggal. Tiga anak, dan 4 dewasa. Korban ini satu keluarga, dan kerabat,” kata Suardana.

BACA JUGA:  WNI yang Dievakuasi dari Wuhan akan Jalani Observasi Sebelum Pulang ke Rumah

Ditanya soal dugaan korsleting charger ponsel, kepolisian belum bisa menyimpulkan. Hanya saja rencananya, Puslabfor Polri cabang Surabaya, bakal melakukan olah tempat kejadian perkara sesegera mungkin.

“Saya tidak bisa bilang itu sebabnya (korsleting charger ponsel. Yang jelas, di bagian belakang itu, jadi prioritas penyelidikan,” kata Gede Suardana, kepada awak media, Selasa (18/12/2018).

Dari kejadian itu, 5 saksi diinterogasi, dan 2 diantaranya dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan (BAP). “Kita tunggu suasana duka mereda, kemudian Puslabfor ke lokasi,” ujar Suardana.

Sementara sebab kebakaran, masih diselidiki. Namun demikian, dugaan kuat, ketujuh korban terjebak kobaran api. Dua ditemukan di ruang depam, dan 5 lainnya di bagian belakang. “Jam-jam kejadian, kan sedang tertidur lelap. Pintu evakuasi tidak ada (cuma ada jendela depan dan pintu depan),” demikian Suardana. *itn