Efek Tindakan Tegas Polisi, Kasus Curanmor di Denpasar Turun Drastis

Pelaku curanmor yang melawan saat ditangkap, kakinya ditembak polisi. (foto : agw/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Tidak hanya kasus penyalahgunaan narkoba, kasus kejahatan jalanan di wilayah hukum Polresta Denpasar tahun 2018 juga mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2017. Hal itu terungkap saat Polresta Denpasar menggelar rilis hasil pengungkapan kasus selama bulan Januari hingga November 2018.

“Tahun 2017 kita menerima laporan sebanyak 1371 kasus beragam tindak pidana, tahun 2018 kita mendapat laporan 1583 kasus,” jelas Kapolresta Denpasar AKBP Ruddi Setiawan, Selasa (18/12/2018) di Lapangan Bajra Sandhi Renon, Denpasar.

Selama 2018, kejahatan paling menonjol berupa kasus pencurian biasa (cusa) sebanyak 115 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) sebanyak 102 kasus, pencurian kendaraan bermotor (curanmor) 54 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas), pengeroyokan 14 kasus, penganiayaan 35 kasus, pengancaman 5 kasus, miras 29 kasus, penculikan anak 1 kasus, perkosaan anak 1 kasus, persetubuhan anak 11 kasus, pencabulan anak 5 kasus, penganiayaan anak 5 kasus, dan sajam 10 kasus, dengan tersangka yang diamankan sebanyak 517 orang.

“Kasus kejahatan menonjol yang berhasil kita ungkap seperti kasus bobol mesin ATM di Indomaret, kasus coblos ban, kasus pembunuhan, kasus penganiayaan berat terhadap anggota Polri, kasus uang palsu, dan beberapa kasus menonjol lainnya. Perlu saya sampaikan juga kasus curanmor di tahun 2018 turun drastis. Ini bisa terjadi karena jajaran Resmob Polda Bali, Resmob Polresta Denpasar, Resmob Polsek dan Satgas CTOC mengambil tindakan tegas dengan menembak para pelaku sehingga memberikan efek jera terhadap calon pelaku-pelaku lainnya,” terang Kapolresta.

Dari 517 orang tersangka, Kapolresta mengungkapkan 13 orang diantaranya merupakan warga negara asing karena terlibat kasus pencurian, penganiayaan, pengancaman, pemerkosaan, penipuan, penggelapan, perzinahan dan kasus narkoba.

BACA JUGA:  Dalam Sepekan, Bea Cukai Ngurah Rai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp10 Miliar

“Pelaku kejahatan oleh warga negara asing pada tahun 2018 menurun jika dibandingkan tahun 2017 yang jumlahnya 22 orang tersangka. Sebaliknya, WNA korban kejahatan tahun 2018 sebanyak 46 orang, tahun 2017 ada 40 orang WNA,” tutur AKBP Ruddi. (agw)