Polisi Selidiki Penyebab Dua Kapal Ikan Terbakar di Pelabuhan Benoa

Petugas Labfor Cabang Denpasar lakukan olah TKP di KM Mutiara 19 yang terbakar. (foto : Agw/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Tiga kapal ikan berbahan kayu dan fiber milik PT. Inti Mas Surya terbakar saat bersandar di Pelabuhan Barat Benoa Jalan Ikan Tuna IV Dermaga Barat, Benoa, Denpasar, Minggu (16/12/2018) sekitar pukul 14:20 Wita.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Hari ini tim Labfor Cabang Denpasar dan Satreskrim Polresta Denpasar melakukan olah TKP,” terang Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Made Sukerti saat ditemui di Pelabuhan Benoa, Senin (17/12/2018).
Kapolsek mengatakan, dari keterangan saksi bernama I Gede Merta (39), sekuriti PT. Inti Mas Surya, saat sedang jaga di pos ia melihat ABK berteriak dari atas kapal dan berhamburan ke dermaga.
“Saksi mengatakan ABK tadi berteriak ada kebakaran kemudian saksi mendatangi dan melihat asap tebal dari kapal KM. Hiroyoshi 17 yang berada di nomor 3 dari dermaga,” tutur Kapolsek.
Dalam sekejap, api merembet ke kapal ikan KM Mutiara 19 dan KM Hiroyoshi 6 yang berada di sebelah KM Hiroyoshi 17. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Kota Denpasar dan satu unit mobil pemadam milik Pelindo III Benoa dikerahkan. Namun karena api semakin membesar, empat buah kapal pemadam milik PT Jaya kota, PT. Bandar Nelayan, PT.Intimas Surya dan PT. TKF turut membantu upaya pemadaman.
“Yang rusak lumayan parah ada dua kapal, yaitu KM Hiroyoshi 17 dan KM Mutiara 19, hampir setengah bagian atas kapal terbakar, sedangkan untuk KM Hiroyoshi 6 hanya kena hembusan api dan kapal tidak sampai terbakar,” tutur Kapolsek.
Sementara, menurut seorang pedagang acung di Pelabuhan Benoa bernama Mia, sebelum kapal terbakar ia mengaku mendengar seperti suara ledakan. “Saya mendengar suara dar der dor dari kapal Hiroyoshi 17. Setelah itu keluar asap hitam, karena takut saya langsung lari,” ucapnya yang mengaku berada tidak jauh dari lokasi saat terjadi kebakaran.
Sementara itu pemilik PT Inti Mas Surya, Amin yang ditemui secara terpisah menjelaskan, kapal yang terbakar hanya di bagian buritan sedangkan mesinnya masih bisa berfungsi normal. Akibat kejadian itu ia mengaku menderita kerugian kurang lebih Rp150 juta.
“Saya masih mengucap syukur karena kejadian ini tidak memakan banyak korban. Terlebih lagi mesin kapal juga dalam kondisi mati saat itu. Posisi kapal saat itu KM Hiroyoshi 6 yang sandar di dermaga, lalu di sebelahnya Mutiara 19 dan KM Hiroyosi 17,” ucapnya. (agw)
BACA JUGA:  Puluhan Orang Meninggal dalam Peristiwa Kebakaran Hebat di Bangladesh