Efek Samping Akibat Konsumsi Nasi Merah Berlebihan

ilustrasi nasi merah.

Beritabalionline.com – Nasi merah menjadi salah satu makanan primadona bagi yang sedang diet, tapi kamu juga harus tahu bahwa kebanyakan makan nasi merah juga bisa membahayakan kesehatan.

Kandungan serat yang lebih tinggi dan kadar kalori yang lebih rendah memang membuat beras merah dipercaya lebih baik bagi program diet.

Sehingga dengan mengonsumsi beras merah, perut akan terasa tetap kenyang meski porsinya sedikit.

Namun di balik manfaatnya, rupanya ada juga efek samping yang cukup berbahaya jika beras merah dikonsumsi berlebihan.

Diantaranya, dapat mengganggu Pencernaan dan bagi yang doyan makan nasi merah biasanya sulit buang air besar (BAB).Sebab beras merah mengandung asam fitat dan lektin, kedua kandungan tersebut menjadikan vitamin dan mineral yang ada dalam tubuh terikat sehingga sulit dicerna oleh tubuh. Selain itu asam fitat juga bisa menghambat pepsin, yakni enzim yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memecah protein. Jadi selain mencegah penyerapan nutrisi, asam fitat juga mengganggu pencernaan.

Keunggulan dari nasi merah adalah karena rendah kalori dan rendah lemak sehingga mampu menekan rasa lapar lebih lama. Tapi efek buruknya bisa menyebabkan seseorang kehilangan selera makan makanan jenis lain yang bergizi. Kalau hal ini terjadi terus menerus, tubuh bakal kekurangan gizi dan berat badan terus menurun.

Dilansir dari halosehat.com, di dalam beras merah juga terkandung zat Leaky gut syndrome yang dapat menyebabkan jaringan usus rusak dan mengganggu kelancaran aliran darah  sehingga memudahkan bakteri atau mikroba lain untuk mengurai dan meningkatkan resiko munculnya gangguan pada  saraf, pembuluh darah serta jaringan otak yang mengacu pada kelainan mental.

Tidak ada yang salah untuk mengkonsumsi beras merah. Tapi mengkonsumsinya secara bijak dan enggak setiap hari merupakan solusi terbaik agar terhindar dari efek samping yang ditimbulkanya. (net)

BACA JUGA:  Aktivitas Penyeberangan Nusa Penida-Kusamba Kembali Normal