Sempurnakan Perda Desa Adat, Pemprov Bali akan Gelar Paruman Agung yang Diikuti Ribuan Peserta

Kadis Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Purtu Beratha. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pemerintah Provinsi Bali akan menggelar Paruman Agung atau pertemuan akbar yang menghadirkan krama dan tokoh masyarakat Bali untuk menyerap aspirasi mereka guna penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Desa Adat.

“Pada Paruman agung nanti perwakilan dan tokoh masyarakat Bali mendapat kesempatan untuk menyampaikan masukan atau saran terkait draft Ranperda Provinsi Bali tentang desa adat, sebelum rancangan tersebut diajukan ke legislatif,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha di Denpasar, Senin (10/12/2018).

Paruman Agung Krama Bali akan dilaksanakan pada Rabu (12/12/2018), mulai pukul 09.00 Wita di Wantilan Pura Samuan Tiga, Desa Bedahulu, Kabupaten Gianyar.

Acara yang akan berlangsung sekitar empat jam itu akan dihadiri berbagai tokoh yang memang berkecimpung dan berkompeten di bidang agama, adat dan budaya Bali.

Juga para undangan dari unsur Parisada Hindu Dharma Indonesia, pengurus Majelis Utama Desa Pakraman hingga Majelis Alit Desa Pakraman, sulinggih (pendeta Hindu) dari semua unsur, bendesa adat, pengurus sekaa teruna (persatuan muda-mudi), pengurus Lembaga Perkreditan Desa, para kepala desa, hingga pemangku Kahyangan Desa.

“Paruman Agung Krama Bali akan dihadiri Bapak Gubernur Bali, Wagub Bali, Sekda Bali, pimpinan dan seluruh anggota DPRD Provinsi Bali, bupati/wali kota dan Ketua DPRD Kabupaten/Kota se-Bali, Kepala OPD Pemprov Bali, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten/Kota se-Bali serta kelompok ahli pembangunan Pemprov Bali,” terang Dewa Putu Beratha.

Dari sekitar 2.000 peserta yang terlibat dalam Paruman Agung Krama Bali nanti, juga diundang semua pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di Bali, sejumlah pakar adat dan budaya Bali, hingga perwakilan organisasi kepemudaan Hindu.

BACA JUGA:  Bali Terapkan Tarif Tertinggi Tes PCR Mandiri Rp900.000

“Lewat Paruman Agung tersebut, pada prinsipnya juga ingin menyatukan tekad berbagai komponen masyarakat Bali dalam menguatkan desa pakraman (desa adat). Apalagi draft Ranperda Desa Adat yang akan diminta masukan ini merupakan rancangan perda yang baru dan bukan merevisi perda yang sudah ada sebelumnya,” ujarnya.

Draft Ranperda tersebut telah selesai disusun oleh tim ahli Gubernur Bali. Menurut dia, dengan sedari awal draft telah disampaikan kepada masyarakat Bali, sehingga sosialisasinya ketika perda sudah “ketok palu” juga akan menjadi lebih mudah.

Alasan Paruman Agung digelar di Pura Samuan Tiga, ia mengatakan hal itu dimaksudkan untuk mengingatkan bahwa pura tersebut memiliki sejarah penting terkait awal adanya desa pakraman dan pembentukan Majelis Utama Desa Pakraman (majelis yang menaungi desa adat di Bali).

Bahkan pada zaman Bali dipimpin oleh Raja Udayana pada sekitar abad X, Pura Samuan Tiga menjadi tempat penyatuan sekte-sekte saat itu, demikian Dewa Putu Beratha. (tra)