Polisi “Juk” Tukang Ojek Usai Jambret Tas Bule Amerika

Pelaku jambret tas bule Amerika. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Seorang pelancong asal Amerika Serikat bernama Sophia Alexandra Goodale menjadi korban jambret di depan Perum Griya Nugraha Jalan Taman Giri, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
“Pelakunya tukang ojek liar bernama Muhamad Lamri (22). Dia kami tangkap (juk) beberapa jam setelah memperoleh laporan dari korban,” terang Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan Iptu Andi M. Nurul Yaqin di Mapolsek Kuta Selatan, Senin (10/12/2018).
Dari keterangan korban, sebelumnya ia bertemu dengan pelaku di depan Bounty Club Kuta, Sabtu (8/12/2018) sekitar pukul 00:30 Wita. Pelaku lalu menawari ojek dan korban mengiyakan. Tiba di Jalan Taman Giri, Kuta Selatan, tepatnya depan Perum Taman Graha, korban didorong dari atas sepeda motor sehingga terjatuh.
Pelaku kemudian merampas tas milik korban yang berisikan sebuah handphone jenis iPhone 7, kredit card, uang Rp200 ribu, dan uang US$300. Mendapat laporan adanya aksi jambret, tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Selatan langsung menyisir lokasi-lokasi yang dianggap mencurigakan.
Dugaan petugas tidak meleset, pelaku tiba-tiba melintas dengan menggunakan sepeda motor di seputaran Jalan Tanjung Benoa. Tak ingin buruan lepas, petugas langsung mengejar dan berhasil menghentikan pelaku di depan sebuah warung.
Pelaku yang sudah tidak berkutik akhirnya berterus saat petugas melakukan penggeledahan menemukan iPhone 7 milik korban di kantong celananya.
Kepada polisi, pelaku yang kos di wilayah Banjar Tengah Jalan Segara Lor Tanjung Benoa, Kuta Selatan ini mengaku sebelumnya pernah melakukan aksi jambret di daerah Madura sebanyak dua kali dan di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan satu kali.
Kejahatan lain, pelaku juga mengaku dua kali melakukan aksi congkel sadel di areal parkir kampus Unud Jimbaran, 7 kali di depan pantai Kuta, dan satu kali di depan Patung Kuda, Tuban, Kuta.
“Barang bukti yang turut kita amankan berupa satu unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat membonceng korban, satu buah iPhone 7 milik korban dan uang Rp200 ribu,” jelas Kanit Reskrim. (agw)
BACA JUGA:  Dua Pekan Diburu, DPO Asal Rusia Ditangkap Petugas Gabungan