Empat Orang Tewas Akibat Musibah Longsor di Gianyar, Bali

Musibah tanah longsor yang merenggut empat nyawa di Desa Batubulan, Gianyar, Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Hujan deras yang mengguyur Pulau Dewata, Jumat (7/12/2018) malam, selain  mengakibatkan banjir di sejumlah tempat, juga terjadi tanah longsor di Kabupaten Gianyar, Bali.

Musibah tanah longsor yang terjadi di Gang Taman Beji, Desa Batubulan, Kabupaten Gianyar itu, mengakibatkan satu rumah warga terperosok ke arah sungai pada Sabtu (8/12/2018). Sebanyak 5 orang penghuni rumah menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut.

Ketut Gede Ardana, selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), mengungkapkan bahwa peristiwa yang tak diinginkan itu terjadi sekitar pukul 06.00 Wita dan diterima laporannya pada pukul 07.15 Wita.

“Petugas siaga SAR mendapat laporan dari warga setempat bernama Putu Sugiantara, dan Basarnas segera mengerahkan tim rescue beserta peralatan ekstrikasi untuk evakuasi di bangunan runtuh dan peralatan mountenering,” terangnya.

Selain 12 personel dari Kantor Basarnas yang berada di Jimbaran, dikerahkan pula 8 personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Dari hasil koordinasi diperoleh identitas 5 orang korban atas nama Made Oka Dwi Palguna (30), Lintang Ayu Widi Merti (33), Putu Delta Larasati Palguna (6), Made Dian Aditya Palguna (4), dan Nyoman Adi Anggara Palguna (2).

Di antara kelima korban longsor, 1 orang berhasil selamat atas nama Made Oka Dwi Palguna dalam keadaan luka-luka, sementara 4 orang lainnya ditemukan sudh meregang nyawa.

Korban meninggal yang pertama kali terevakuasi adalah Putu Delta Larasati Palguna, yakni pada pukul 10.30 Wita. Berselang kurang lebih 2 jam lamanya, korban kedua berhasil ditemukan atas nama Made Dian Aditya Palguna dan 5 menit kemudian Lintang Ayu Widi Merti juga ditemukan.

BACA JUGA:  Kejari Ingatkan Perbekel Se-Gianyar Gunakan Dana Desa Untuk Covid-19 Sesuai Aturan

Menyusul penemuan korban terakhir pada pukul 13.28 Wita bernana Nyoman Adi Anggara Palguna. Setelah terevakuasi, seluruh korban meninggal dunia langsung dibawa ke Rumah Sakit Sanglah menggunakan ambulance RS Bhayangkara dan PMI Gianyar.

Sementara itu korban selamat dirujuk dari RS Darmayatna menuju RS Sanglah. “Dalam kondisi medan ekstrim dengan penanganan khusus, tim Basarnas di lokasi sangat terbantu dengan keterlibatan serta kerjasama yang baik antara semua potensi SAR,” demikian Ardana. (agw)