Panggil ‘Papa Mama’ dengan Istri Orang, Hakim di Bali Dihukum 2 Tahun non Palu

Ilustrasi.

Beritabalionline.com – Makamah Agung (MA) memberikan sanksi hakim non palu selama dua tahun kepada hakim Pengadilan Negeri Bali berinisial DA yang diduga merebut istri orang ‘pembinor’ dengan wanita berinisial C yang merupakan dari sesama hakim yaitu P.

Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Abdullah menjelaskan, keputusan tersebut tertuang dari hasil rapat pimpinan pada 6 Desember 2018.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) MA sepakat menjatuhkan sanksi terhadap DA dengan hakim non palu selama dua tahun di PT Banda Aceh,” kata Abdul di kantor MA Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2018), dilansir merdeka.com.

Kemudian, istri DA juga kata Abdullah dipindahkan dari Pengadilan Tinggi Tabanan ke Pengadilan Tinggi Jambo wilayah pengadilan tinggi Banda Aceh. “Agar dapat membina kembali keharmonisan rumah tangga,” kata Abdullah.

Sedangkan terhadap pelapor PB hakim pengadilan negeri Waingapu, kata Abdullah, dipindahkan ke pengadilan negeri Bangkalan. Lalu, Istri RC sekarang dalam keadaan sakit dan dipindahkan di wilayah pengadilan tinggi Surabaya.

“Agar bisa berobat dan juga akan suami istri tersebut membina kembali keutuhan rumah tangganya. Menjalin kembali keharmonisannya,” kata Abdullah.

Sebelumnya, cerita bermula ketika P menikah dengan C yang merupakan seorang panitera pengganti pada 2011 silam. Memasuki akhir 2017, rumah tangga P dan C mulai terusik dengan kehadiran D yang sering curi-curi pandang saat berada di kantor.

Keduanya mulai saling bertukar pesan mesra sejak awal 2018 dan saling memanggil papa dan mama sebagai panggilan sayang melalui pesan WhatsApp. Percakapan di antara keduanya pun bernuansa mesum karena membicarakan seputar hubungan pasangan suami istri. (itn)

BACA JUGA:  Senyum Baiq Nuril saat Terima Salinan Keppres Amnesti