Bali Turunkan 5 Pegulat di Kejurnas Jateng

Atlet gulat Bali.(foto: rri)

Beritabalionline.com – Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Bali menurunkan lima pegulat untuk berlaga dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat yang akan digelar mulai 6 hingga 9 Desember di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Lima atlet gulat Bali itu akan berangkat sore ini pukul 18.55 wita didampingi langsung Ketua Umum Pengprov PGSI Bali Haji Izzuddin Don. Lima pegulat yang terpilih mewakili Bali dalam Kejurnas kali ini masing-masing Komang Erik Prihantino kelas -86 kg putra, Nube Apminti Olla kelas -74 kg putra, Anak Agung Gede Bagastathadalem kelas -97 kg Gregoroman, Putu Damara Juarez kelas -97 kg free style, serta satu pegulat pendatang anyar Ega di kelas -65 kg putra.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Gulat tahun ini juga menjadi tolak ukur para pegulat di Tanah Air sebelum menuju seleksi Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2019 dan PON 2020 di Papua. Bila pegulat Bali mampu menempati posisi 1,2, dan 3, maka peluang untuk lolos Pra PON akan semakin terbuka.

Ega berhasil terpilih untuk menggantikan Teddy Indika Putra yang tidak bisa berangkat lantaran tidak mendapat ijin dari tempatnya bekerja.

Pegulat Bali Komang Erik Prihantino, Selasa  (4/12/2018) menuturkan dirinya bersama atlet lain sudah siap berlaga. Latihan intensif sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari, bahkan jadwal latihan pun ditambah. Setiap Senin, Kamis dan Sabtu, atlet berlatih di GOR Lila Buana, sedangkan hari lainnya berlatih mandiri untuk meningkatkan stamina, dan speed.

“Kita latihan di GOR setiap hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Di luar itu kita juga latihan di dojo masing-masing, disamping latihan teknik kita juga tingkatkan stamina, dan speed. Pokoknya kita sudah latihan intensif untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” tuturnya.

BACA JUGA:  Susy Susanti Berharap 2 Pemain Tunggal Putri Masuk 16 Besar Dunia

Ditanya target, Erik Prihantino optimis mampu mengantongi emas untuk Bali di kelas -86 kg putra. Sejauh ini lawan berat yang dihadapi masih berkutat dengan pegulat asal Kalimantan, Sumatra dan Jawa Tengah.

“Sementara dari info yang kita terima untuk peta kekuatan lawan yang harus diwaspadai itu dari Kalimantan, Sumatra, dan Jawa Tengah sendiri. Tetapi karena kita sudah latihan, jadi astungkara kita bisa meraih hasil maksimal,” harapnya.(arz)