Kuasa Hukum Sesalkan Surat Penetapan Tersangka Mantan Wagub Bali Beredar di Masyarakat

Togar Sianipar (tengah) saat memberi keterangan pers. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Polda Bali melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) menetapkan status tersangka terhadap mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp150 miliar.
Menanggapi hal tersebut, tim kuasa hukum Sudikerta, Togar Situmorang mengaku terkejut karena pihaknya belum pernah menerima salinan surat penetapan tersangka dari Polda Bali, namun sudah lebih dulu ramai di media massa.
“Sampai saat ini, kami selaku tim kuasa hukum belum mendapat informasi langsung ataupun belum memperoleh surat penetapan tersangka terhadap Pak Sudikerta secara resmi dari Polda. Kami baru tahu dari media massa terkait penetapan tersebut,” kata Togar Sianipar saat memberi keterangan pers di Denpasar, Sabtu (1/12/2018).
Togar juga mengaku kecewa lantaran Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Subdit II Direktorat Reskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11/2018) tidak langsung dikirim ke pihaknya, namun justru disebar ke masyarakat.
“Ini kami sayangkan kenapa harus beredar luas, kita tidak tahu misi pelapor sehingga harus membuat viral surat dari pihak kepolisian,” sesalnya.
Saat ini lanjut Togar, pihaknya lebih memilih menunggu surat dari Polda Bali. Hal ini dimaksudkan agar pihaknya sebagai kuasa hukum bisa mengambil langkah-langkah lebih lanjut guna mengawal kasus Sudikerta yang juga mantan wakil bupati Badung itu.
“Pak Sudikerta sendiri mengatakan menghormati dan akan koperaktif untuk proses hukum selanjutnya. Kami sebagai tim kuasa hukum juga berharap semoga penetapan tersangka terhadap Pak Sudikerta berdasarkan profesionalisme sehingga tidak ada permasalahan lain di kemudian hari,” harap Togar.
Seperti diketahui, Sudikerta yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dilaporkan Perusahaan Maspion Grup Surabaya terkait pemalsuan sertifikat tanah di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Sementara istri Sudikerta yang juga dilaporkan saat ini statusnya masih sebagai saksi.
Dalam surat yang ditandatangani Kasubdit II Direktorat Reskrimsus Polda Bali, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro itu tercantum  pasal sangkaan di antaranya Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KHUP tentang pidana penipuan dan penggelapan, Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang penggunaan surat palsu dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja membenarkan penetapan status tersangka terhadap Sudikerta.
“Iya, sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil gelar perkara Ditreskrimsus Polda Bali,” kata Kombes Hengky, Jumat (30/11/2018) malam. (agw)
BACA JUGA:  KPU Kota Denpasar-SMSI Bali Dorong Terciptanya Pilkada Berkualitas, Tanpa Hoax