Bawa Airsoft Gun, Pengusaha Jual Beli Kendaraan Bekas Diciduk Polisi

Senjata Airsoft Gun yang diamankan dari tangan tersangka. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Seorang pria berinisial GD alias Toni diciduk petugas kepolisian karena membawa senjata Airsoft Gun di kawasan Pelabuhan Benoa Denpasar. Informasi diperoleh, Toni merupakan pengusaha jual beli kendaraan bekas di Denpasar.
“Senjata tersebut ditemukan di dalam tasnya. Disana juga ditemukan satu kotak peluru pelor warna emas,” ucap sumber di lapangan, Sabtu (24/11/2018) petang.
Lantaran tidak bisa menunjukkan surat-surat kepemilikan senjata Airsoft Gun jenis FN produksi Amerika Serikat tersebut , ia langsung digelandang petugas ke Mapolsek Kawasan Benoa untuk dimintai keterangan.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Ni Made Sukerti membenarkan pihaknya mengamankan seorang pria lantaran membawa senjata Airsoft Gun. Pria tersebut ditangkap, Jumat (16/11/2018) sekitar pukul 22:00 Wita.
“Dari hasil pengembangan yang bersangkutan tidak bisa membuktikan surat ijin kepemilikan yang dikeluarkan oleh Kapolda setempat sebagaimana yang diatur dalam pasal 9 perkap nomor 5 thn 2018,” kata Kapolsek.
Kompol Made Sukerti menambahkan, sesuai dengan pasal 7 perkap no.5 tahun 2018, semestinya senjata Airsoft Gun digunakan untuk pelatihan menembak di lapangan tembak. Namun oleh Toni senjata tersebut justru dibawa kemana-mana dan tidak sesuai dengan tempatnya.
“Langkah selanjutnya yang kami lakukan adalah menerapkan pasal 35 ayat (1) dan (2) Perkap no. 5 tahun 2018, yaitu melakukan penyitaan terhadap senjata. Dari hasil pemeriksaan belum ditemukan tindakan kejahatan yang dilakukan oleh S,” jelas Kapolsek. (agw)