Usai Pesta Miras, Remaja Dibawah Umur Bawa Kabur Handphone Milik Temannya

Kedua pelaku pencurian handphone saat diamankan di Mapolsek Densel. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Dua orang remaja salah satunya berusia di bawah umur, OS alias Molen (17) dan MNA (16) digelandang ke Mapolsek Denpasar Selatan usai melakukan pencurian di sebuah rumah kos di Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan.
“Selain kedua pelaku, kita masih kejar satu pelaku lain yang sudah kami kami tetapkan sebagai DPO,” terang Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika KP, di Mapolsek Denpasar Selatan, Minggu (17/11/2018).
Sebelumnya, para pelaku dan korban bernama Nofrizal (20) pesta minuman keras di kamar kos korban di Pondok Taman nomor 26 Pemogan, Jalan Raya Pemogan, Denpasar Selatan, Selasa (12/6/2018) sekitar pukul 15:00 Wita hingga Rabu (13/6/2018) sekitar pukul 03:00 Wita.
Esok harinya saat bangun dari tidur, korban tidak menemukan handphone miliknya. Setelah dicari tidak ketemu dan yakin handphonenya telah dicuri, korban kemudian melapor ke kantor polisi.
Berbulan-bulan melakukan penyelidikan, petugas mendapat informasi salah satu pelaku bernama Molen berada di Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan dibantu Opsnal Satreskrim Polres Banyuwangi, Molen ditangkap di Jalan Kedayunan, Desa Kabat, Banyuwangi, Jumat (16/11/2018).
Saat dilakukan interogasi, tersangka mengaku melakukan pencurian bersama dua temannya, MNA dan Sinyo yang saat ini diburu petugas. MNA akhirnya diamankan di rumahnya di Jalan Pulau Bangka gang IV, Denpasar Selatan.
“Antara korban dan para pelaku ini masih teman. Mereka mengambil handphone saat korban tengah mabuk setelah pesta miras. Dari keterangan Molen, sebelumnya dia juga pernah mencuri handphone di seputaran Sesetan,” jelas Kanit Reskrim.
Selain mengamankan para pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa sebuah handphone merk Oppo F5 warna putih dan uang hasil penjualan handphone korban sebesar Rp1,3 juta.
“Untuk salah satu pelaku yang masih berusia di bawah umur, kasusnya tetap berlanjut. Namun demikian kita tetap mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak,” pungkas Kanit. (agw)
BACA JUGA:  Usai Habisi Istri Sirinya, Ini yang Dilakukan Rudianto