6 Penyelam Sisir Sungai Kalimalang Cari Linggis ‘Pencabut Nyawa’ Satu Keluarga

Pencarian linggis di Kalimalang yang digunakan membunuh satu keluarga. (foto : merdeka.com)

Beritabalionline.com – Jajaran Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Inafis dan Polisi Perairan Polda Metro Jaya menerjunkan enam penyelam untuk melakukan penyisiran mencari alat bukti linggis di Perairan Kalimalang, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Linggis tersebut digunakan tersangka Haris Simamora untuk membunuh keluarga Gaban Diperum Carles Nainggolan. Dari pantauan merdeka.com, pencarian dimulai sekitar pukul 13.50 WIB di lokasi. Di mana sebelumnya diberi arahan oleh Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino.

“Jadi hari ini kita mencari barang bukti linggis yang dibuang tersangka diatas jembatan Kalimalang,” kata Malvino di lokasi, Sabtu (17/11).

Malvino menyebutkan pihaknya akan semaksimal mungkin untuk mencari barang bukti tersebut. Dalam pencarian ini, lokasi kejadian dipadati warga yang ingin melihat proses pencarian barang bukti ini. Selain itu, tersangka Haris Simamora juga dibawa untuk memberikan keterangan terkait barang bukti tersebut.

“Nanti petugas polair bisa langsung tanyakan ke tersangka ya, dari keterangannya dia membuang barang bukti dari atas jembatan ini,” ujar Malvino.

Sementara itu, salah seorang penyelam menyebutkan kalau aliran air sangatlah deras. “Di bawah deras, kalau bisa ditambah pemberatnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono ikut memantau pencarian linggis tersebut. Selain itu, antusias masyarakat atas kasus ini pun cukup besar mengingat dua orang anak ikut menjadi korban keganasan HS.

“Oh itu tuh pelakunya, sadis banget ya,” ujar seorang ibu rumah tangga.

 

Anak Nakal

HS pelaku pembunuhan satu keluarga. (foto : net)

Sementara itu, polisi menyebut HS alias Haris Simamora, memiliki catatan buruk sebelum aksinya membunuh keluarga Diperum Nainggolan di Ji alan Bojong Nangka II, RT 002 RW 07, Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Pria berusia 23 tahun itu tinggal di Pekanbaru sebelum ikut dengan keluarga korban.

BACA JUGA:  Polisi Sebut Penetapan Tersangka Rizieq Syihab Sudah Penuhi Dua Alat Bukti

Pelaku diketahui merupakan kerabat istri korban. Dari hasil keterangan kepolisian, di mata keluarga, Haris, sebagai anak nakal.

“Jadi gini, HS itu memang di keluarganya sudah dianggap dia itu anak nakal memang di Pekanbaru sana,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono saat dihubungi, Sabtu (17/11).

Namun, kasus pembunuhan terhadap keluarga Diperum merupakan tindak pidana pertama dilakukan Haris. Meski baru sekali, HS diancam hukum mati. Polisi menjatuhkan ia dengan pasal berlapis. (itn)