Polisi Ringkus Pedagang Bakso Jadi Kurir Narkoba

Tersangka saat diamankan di Mapolsek Densel. (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Tim buser unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan meringkus seorang kurir narkoba bernama Agil Nick Davis (23). Tersangka yang sehari-hari berjualan bakso di seputaran Ubud, Gianyar ini dibekuk usai mengambil tempelan narkoba di Jalan Tukad Batanghari III Blok C 1, Panjer, Denpasar Selatan.

“Dari tangan tersangka kami amankan satu paket sabu seberat 20,08 gram dan 15 butir ekstasi berbagai warna yang dibungkus dalam tiga plastik klip,” kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya kepada wartawan di Mapolsek Denpasar Selatan, Selasa (13/11/2018).

Polisi butuh waktu empat hari untuk melakukan penyelidikan hingga berhasil meringkus pelaku, Minggu (11/11/2018) siang. Pengungkapan kasus berawal dari laporan masyarakat bahwa ada seseorang tidak dikenal dengan ciri-ciri berambut pirang sering terlihat mondar-mandir di seputaran Jalan Tukad Batanghari, Denpasar Selatan.

Barang bukti yang diamankan petugas. (foto : ist)

Informasi tersebut ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan. “Hari keempat saat anggota melakukan penyanggongan di seputaran TKP, tersangka dengan ciri-ciri sesuai informasi dari masyarakat melintas menggunakan sepeda motor. Anggota kemudian membuntuti dari jarak agak jauh. Tak lama kemudian, tersangka berhenti dan mengambil sesuatu dari dalam pot yang berada di luar rumah salah satu warga. Saat itu juga dia kami tangkap,” jelas Kapolsek yang didampingi Kanit Reskrim Iptu Hadimastika KP.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti berupa tiga plastik klip masing-masing berisi lima butir ekstasi, satu paket sabu seberat 20,46 gram, satu sendok makan dan sebuah handphone merk Samsung.

“Tersangka mengaku hanya disuruh mengambil narkoba oleh seseorang bernama Kadek Nusa yang saat ini masih kami kejar. Dia sudah tiga kali disuruh, sekali jalan dikasih ongkos Rp150 ribu. Tersangka juga mengatakan tidak mengenal Kadek Nusa karena hanya berkomunikasi melalui sambungan telepon,” terang Kapolsek.

BACA JUGA:  Dilarang Bawa Pergi Anak Orang, Dua Remaja Ngamuk di Panjer

Terkait dengan sebuah sendok yang turut diamankan, Kanit Reskrim menerangkan bahwa sendok tersebut digunakan tersangka untuk menggali karena paket narkoba ditanam di dalam tanah.

“Biasanya kan ditempel seperti di tiang listrik atau tiang telepon, sedangkan ini modus operandinya ditanam, kemungkinan agar tidak diketahui oleh masyarakat. Dari catatan kepolisian, tersangka bukan residivis,” demikian Kanit. *agw