Pemkab Gianyar Studi Banding ke Surabaya

Kabid Pertamanan Dinas PUPR Gianyar(paling kiri), didampingi Kabid Layanan Komunikasi dan Informatika Dinas Kominfo (2 dari kiri), menyerahkan kenang-kenangan kepada Kabid RTH dan PJUPemkot Surabaya.(foto: yesiariska).

Wujudkan Rencana Penataan Taman

Beritabalionline.com – Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Gianyar yang menggandeng Dinas Pembangunan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar melakukan studi komparatif mengenai penataan taman ke Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya, baru – baru ini. Seperti diketahui  penataan taman Kota Surabaya merupakan yang terbaik di Indonesia. Ratusan taman, baik taman pasif maupun aktif tersebar di seluruh Kota Pahlawan ini.

Dalam kunjungan ke kantor Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya itu, rombongan Kominfo dan PUPR, yang dipimpin Kabid Kominfo, Anak Agung Geria dan Kabid Pertamanan PUPR, I Wayan Jati, diterima oleh Kabid RTH dan PJO, Hendri Sugianto.

Kabid Pertamanan Dinas PUPR Gianyar I Wayan Jati kepada jajaran Dinas RTH dan Kebersihan Surabaya mengatakan, selain dikenal sebagai daerah budaya dan parwisata, saat ini keberadaan keindahan dan taman kota juga menjadi perhatian serius Pemkab Gianyar. Dimana hal itu sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Gianyar terkait pengelolaan tata kelola taman. Terlebih untuk 2019 nanti, berencana menata taman secara besar-besaran.

“Namun kenyataannya ada beberapa kendala kami hadapi. Seperti median taman yang kurang luas. Kemudian koordinasi terkait pohon perindang yang mengganggu fasilitas umum, seperti trotoar dan rumah warga. Untuk itu, kami butuh masukan mengenai trik yang dilakukan di sini,” ucap Jati.

Jati menambahkan, dengan adanya berbagi pengalaman dan cara penataan hingga pengelolaan, pihaknya akan mencoba mengadopsi cara tersebut untuk diterapkan di Gianyar. Walaupun seperti katanya, hal itu tentu akan dilakukan secara bertahap. Lantaran seperti urusan pohon perindang sendiri yang mengganggu fasilitas umum tetap harus berkoordinasi dengan pemilik jalan nasional maupun provinsi.

BACA JUGA:  Asal Tahu Batasan, Mendagri Izinkan Kepala Daerah Tidak Netral di Pemilu 2019

Mendengar paparan tersebut, Kabid RTH dan PJU (Penerangan Jalan Umum) Pemkot Surabaya Hendri Sugianto didampingi dua koordinatornya menerangkan, secara umum RTH di Surabaya dikelola beberapa dinas, seperti Dinas RTH dan lainnya. Sampai saat ini, Surabaya memiliki taman pasif berupa pedestarian sebanyak 282 lokasi. Lalu taman aktif sebanyak  110 lokasi. Luas satu lokasi taman aktif minimal 500 M2 dan terluas 60 ha. Dalam penanganannya, pengelolaan taman dibagi menjadi 5 rayon, yakni rayon Surabaya Pusat, Timur, Utara dan Selatan. “Masing-masing rayon ada kepala dengan pasukan 80-90 orang,” ungkapnya.

Untuk mengatur taman ini, Surabaya memiliki 7 Perda mengenai ruang terbuka hijau dan perlindungan tanaman yang dilindungi. Sementara untuk anggaran ada CSR dari perusahaan dan perbankan. Adapun para pekerjanya mulai beraktivitas mulai pukul 06.00 dengan cara didrop ke lapangan, lalu tenaga rayon itu dipulangkan pukul 15.00. “Kami dibekali hanky talky, dipantau langsung walikota,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, kunci sukses dalam menata taman tersebut, sebenarnya ada pada monitoring dan juga disiplin menanam. Karena seperti katanya, sesuai arahan Walikota Surabaya, baik itu musim kemarau maupun musim hujan, tak boleh ada tanaman yang mati. Terpenting yakni perawatan rutin dan aktif monitoring sebagai antisipasi adanya penyakit dan hama.

“Dalam menanam itu juga harus tulus, disamping mereka yang bertugas juga harus jago menanam. Karena pohon itu punya naluri. Kalau naman tak tulus, pasti tanamannya juga tak akan subur. Selain itu untuk penyiraman itu dilakukan minimal 2-3 kali sehari,” ucapnya.

Sedangkan mengenai pohon perindang yang menutupi fasilitas umum, katanya, untuk pohon perindang memang ada perawatan dan perantingan (pemangkasan) rutin

“Karena kalau tidak begitu, saat musim hujan tiap hari pasti ada komplin karena menimpa motor, mobil, atau orang. Perantingan juga kami lakukan malam hari, dan tak sembarangan. Selain karena banyak utilitas (kabel hingga lampu), juga supaya tidak merusak tanaman di bawahnya. Makanya pemotongan dilakukan ukuran 1 meter,” pungkasnya. (yes)